Maudu Lompoa ri Cikoang, Sebuah Tradisi Ikatan Cinta

398
Bagikan via
Karaeng Puang Opue, Dewan Adat Cikoang/indra

Berbicara tradisi Maulid di Sulsel pada umumnya hampir semua daerah merayakan dengan tradisi yang berbeda. Namun,  Semarak maulid terkesan indah dengan telur warna-warni, hidangan songkolo dan ayam goreng yang disatukan dalam bakul.

Cikoang Kabupaten Takalar,  dari tahun ke tahun terkenal dengan Maudu Lompoa. Maulid besar yang dilakanakan sebagai penutup maulid. Biasanya maulid tersebut diadakan setelah semua daerah di Sulsel selesai merayakan kegiatan maulid.

Dikatakan Maudu Lompoa, karena pelaksanaannya sangat meriah dibanding daerah-daerah lain, ada ritual, dan beragam atraksi budaya.

Maulid besar atau Maudu Lompoa di desa cikoang kabupaten takalar  merupakan tradisi turun temurun untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara besar ini setiap tahun dilaksanakan oleh Warga di Desa Cikoang, Kec. Mangarabombang kabupaten takalar.

Sebelum melaksanakan maudu lompoa,  berbagai persiapan dilakukan oleh warga yang ada di Cikoang, diantaranya menyiapkan sebuah replika berbentuk perahu, kemudian dihias dengan kain (Sarung), yang nantinya akan diarak di sungai Cikoang saat acara berlangsung.

Rumah adat ri Cikoang

Bahkan sebulan sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut, masyarakat menyiapkan ayam, telur dan beras pulut yang akan dijadikan songkolo, biasanya jumlah ayam di sesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Sedangkan untuk beras tiap anggota keluarga, menyiapkan empat liter beras.

Tahun ini maudu lompoa atau maulid besar akan dilaksanakan pada 6 desember 2018 di desa cikoang.

Sebelum perayaan besar maudu cikoang warga desa cikoang telah melakukan berbagai  persiapan diantaranya menata kembali perahu, mengecet kembali baruga yang akan digunakan sebagai pertemuan untuk para dewan adat dan bupati takalar.

Karaeng Puang Opue selaku Ketua Dewan Adat Desa Cikoang menjelaskan bahwa prosesi peringatan maulid menjadi sesuatu yang amat sakral bagi masyarakat Takalar, khususnya keturunan Sayyid.

Dimana mereka meyakini sepenuhnya kelahiran Rasulullah SAW merupakan isyarat kemenangan, dan harus diwujudkan dalam penguatan ikatan cinta melalui maudu lompoa.

 

Laporan : Indrawati

Editor      : Andi Amriani

Leave a Reply