Gubernur Deklarasikan Pentingnya Keselamatan Transportasi Jalan 2018

121
Bagikan via
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat sambutan diacara Deklarasi Pekan Transportasi Jalan, Jumat (23/11/2018)/dok.humasprov

#Raih Penghargaan Tokoh Pemrakarsa Bidang Keselamatan Transportasi #

 MAKASSAR – Keselamatan transportasi utamanya di jalan sangat penting, apalagi saat ini banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan nyawa seseorang melayang.

Dihari Pekan Transportasi ini, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mendeklarasikan keselamatan transportasi 2018 dan merupakan yang pertama di Indonesia.

Pihaknya berharap pekan keselamatan transportasi jalan tersebut bisa dijadikan momentum untuk lebih mengevaluasi, bagaimana kesiapan pemerintah untuk menyiapkan sistem transportasi yang layak dan jalan yang layak.

“Kita bisa lihat, bagaiamana Makassar saat ini, walaupun telah kita deklarasikan, tetapi kita tidak membenahi lingkungan fisik kita, ini juga akan jadi masalah,” katanya saat memimpin Deklarasi Keselamatan Transportasi sebagai puncak pekan Keselamatan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan 2018, Sabtu (24/11/2018).

Hadir pada deklarasi ini Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Kemenhub Bambang Prihartono, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Direktur dari Kementerian Perhubungan RI, Ketua DPRD Sulsel  dan anggota DPRD, serta bupati dan wali kota se Sulsel, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Kepala Dinas Perhubungan kabupaten dan kota se Sulsel.

Lebih lanjut dijelaskan, deklarasi ini untuk wujudkan, sebuah kerja nyata dengan membangun sinergi, menghilangkan ego sektoral agar tidak timbul masalah.

MAKASSAR MINIM TEMPAT PARKIR

Di Makassar, salah satu penyebab kemacetan sebutnya, yakni minimnya tempat parkir. Selain itu, pedesterian jadi problem, akses pejalan kaki minim.

Bersama Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, pembangunan dan pemebenahan pedesterian menjadi fokus utama untuk pembangunan infstruktur tahun depan.

“Pertama pedesterian, tahun 2019 kita fokus pada pedesterian, sehingga nantinya, orang ke kantor dengan jarak 1-2 Km itu ramai-ramai berjalan kaki saja,” harapnya.

Contoh baik di luar negeri bisa diterapkan. Misalnya, untuk bepergian dalam jarak yang pendek tidak perlu menggunakan motor atau mobil, cukup beramai-ramai berjalan kaki. Inilah persoalan yang dipandangnya perlu dihadapi dan diselesaikan. Demikian juga  kabupaten/kota pedesteriannya akan dibenahi.

“Ini bagaimana pedesterian kita hadirkan. Selain kebutuhan pejalan kaki, juga untuk kebutuhan keindahan,” sebutnya.

2019 Perbesar Bantuan Keuangan Daerah

Rencana Pemprov untuk tahun 2019 akan perbesar bantuan keuangan daerah. Ini dilakukan agar kepala daerah lebih punya kreasi untuk membenahi pedesterian dan kebutuhan publik lainnya.

“Kebijakan kita ke depan, anggaran bantuan keuangan daerah ini akan kita tingkatkan. Tahun 2019, seluruh kepala daerah di Indonesia mengalami penurunan anggaran terutama dana alokasi khusus (DAK) akan terus turun, tentu Pemprov harus hadir untuk membantu menyelesaikan kebutuhan daerah,” jelasnya.

Lanjutnya, kecelekaan di jalan antar kabupaten terus meningkat di Sulsel, ini disebabkan salah satunya karena belum punya rest area.

Nurdin  Juga memberikan perhatian khusus pada masyarakat pulau, dengan rencana membangun pelabuhan penyeberangan dan terminal lebih baik dengan sistem yang lebih aman.

“Saya berterima kasih atas di tempatkannya deklarasi transportasi jalan ini, terima kasih untuk semua yang hadir, selama atas penyelenggaraan ini. Semoga deklarasi ini keselamatan jalan ini bisa kita wujudkan dalam langkah nyata agar bisa meminimalkan kecelakaan di jalan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Nurdin  mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRI) atas pemekarsa bidang keselamatan transportasi darat, udara dan laut.

 

Editor : Andi Amriani

Leave a Reply