PHDI Diadakan di Makassar, Begini Tanggapan Gubernur

142
Bagikan via

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA), Jum’at (23/11/2018) membuka Rapat Kerja Nasional (Rakermas) atau Pesamuhan Agung Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Hotel Aston Makassar. Pesamuhan Agung ini digelar 23-25 November.

Tema yang diangkat “Revitalisasi Pembinaan Umat Hindu Menjawan Tantangan Zaman”. Pada pembukaan acara hadir Dirjen Bimas Hindi Kementerian Agama RI

I Ketut Widnya, Dharma Adhyaksa PHDI Pusat Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba dan Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya serta pemimpin Hindu seluruh Indonesia.

Selain raker kegiatan ini dalam rangka silaturahmi dalam rangka pembinaan umat. Adapun kegiatannya tentang pendataan umat, membahas soal pernikahan dan pembinaan umat dan laporan tiap provinsi.

“Malam ini kita hadir di Kota Makassar dalam rangka Pesamuhan Agung. Tentu ini adalah sebuah pertemuan yang sangat bermanfaat untuk organisasi keagamaan kita. Atas nama Pemprov Sulsel menyampaikan selamat atas pelaksanaan ini di Kota Makassar,” kata Nurdin Abdullah diawal sambutannya.

Ia berharap para peserta bisa menikmati Kota Makassar dengan aman dan nyaman.

Imbuhnya, tepat sekali diadakan di Sulsel, karena pemerintah terus mendorong promosi Sulsel sebagai provinsi yang menyiapkan berbagai tempat wisata. Bahkan NA ingin ingin menciptakan suasana dan keberhasilan seperti yang ada di Provinsi Bali.

“Kami berbahagia sekali melihat Provinsi Bali layak kita sebut sebagai provinsi miniatur umat beragama, kami juga bermimpi, mudah-mudahan Sulsel ini bisa menjadi miniatur toleransi umat bergama,” sebutnya.

NA menilai warga Bali telah menjadi contoh yang baik dan menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat Bali yang ulet, santun dan begitu mudah bergaul.

Pemerintah daerah terus mendorong bagaimana kerukunan umat beragama di Sulsel bisa kita wujudkan bersama.

“Tidak ada sebuah daerah maju tanpa kedamaian, kita semua bersaudara, tentu dengan persatuan kita bangun. Inshaallah tuhan yang maha kuasa dapat memberikan ridhonya,” ujarnya.

PHDI melakasanakan kegiatan ini di Makassar, Sulawesi Selatan, sebut NA, atas pertimbangan sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi umat beragama.

Pihaknya menyampaikan, bersama para pengurus PHDI Sulsel terus berdiskusi tentang kesulitan apa yang umat Hindu temuai. NA membeberkan, umat Hindu di Sulsel kesulitan untuk mendapatkan tempat-tempat ibadah, terutama pada hari-hari besar keagamaan.

“Insya Allah bulan Maret, kita akan sama-sama meresmikan di Pantai Losari, sehingga tahun depan sudah bisa kita gunakan bersama,” pungkasnya.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat Bali yang dominan beragama Hindu, di Sulsel banyak berdomisili di Luwu Utara dan Luwu Timur.

Diketahui di Sulsel sendiri, berdasarkan informasi yang diberikan oleh Ketua Pengurus Harian PHDI Provinsi Sulsel, I Nyoman Sumarya saat berkunjung ke Kantor Gubernur, ada 100.000an penganut agama Hindu, mereka terdiri dari berbagai suku, ada suku Bali, Bugis di Sidrap, Toraja, serta India dan Jawa.

Editor : Andi Amriani

Leave a Reply