Sehari Sulsel Blackout, Masyarakat Incar Penginapan

140
Bagikan via
Ilustrasi mati lampu/youtube

Sehari, listrik di Sulsel padam total (Blackout) membuat masyarakat gerah dan merasa tidak nyaman berada di rumah.

Hal tersebut dialami hampir separuh penduduk kota Makassar,  saat terjadi mati lampu, Kamis (15/11/2018). Saat itu, lampu mulai padam pukul 15.00 wita. Hingga jelang magrib, warga masih tenang-tenang saja. Sebab sudah ada informasi yang beredar melalui media sosial terkait penyebab blackout.

Permohonan maaf dari pihak PLN pun sudah mulai terebar sehingga masyarakat berharap secepatnya listrik bisa normal kembali. Namun, kenyataan yang terjadi  masyarakat pada pukul 21.00 wita, listrik belum ada kejelasan. Panas, jenuh, gelap, kehabisan air menjadi satu.

Sebagian warga sudah tidak mampu menahan emosi, apalagi mereka yang memiliki anak kecil. Hampir semua anak-anak tidak bisa menahan panas, mereka tidak bisa tidur, menangis sejadi jadinya.

Meninggalkan rumah di malam gelap menjadi salah satu solusi untuk menenangkan anak-anak yang menangis. Akibatnya macet berkepanjangan dibeberapa wilayah. Mereka membawa anak-anaknya ke Mal, menghiburnya hingga listrik normal.

Hingga pukul 23.00 wita, sebagian wilayah di Makassar sudah mulai tenang, listrik sudah normal. Sementara wilayah yanglistriknya masih padam, penduduknya memilih tetap berada di luar rumah. Mereka mengincar penginapan.

Tetapi, baik hotel maupun penginapan pada saat itu sudah penuh. Seperti yang diungkapkan Yadi, salah seorang warga Sabutung, kecamatan Ujung Tanah Makassar, ia mengaku keliling mencari penginapan pada Kamis malam. Namun, sudah tidak ada penginapan yang kosong.

“Anak saya berusia tujuh bulan, tidak berhenti menangis karena kepanasan. Jadi saya keluar caricari penginapan tetapi tidak ketemu. Saya tidak tidur jam lima subuh,” katanya saat dimintai komentarnya, Jumat (16/11/2018).

 Masyarakat Geram

Blackout yang terjadi di area Sulselbar, teryata menyisahkan kekesalan di hati warga. Tidak sedikit masyarakat yang mengeluh, banyak juga yang menghujat.

Tanpa memikirkan sebabnya, mereka melampiaskan kekesalannya dengan menulis status-status kebencian pada PLN selaku pihak yang bertanggungjawab dalam pemadaman total tersebut.

Seperti di akun medsos milik@saiful, kemarin terjadi pemadaman listrik(mati lampu) serentak di kota Makassar dan sekitarnya. Durasi waktunya berjam-jam. Berapa miliar kerugian warga Makassar oleh PLN, akibat pemadaman tersebut. Semoga ada orang PLN yang bisa dimintai pertanggungjawaban atas kejadian ini.

Status tersebut menuai komentar dari sejumlah warganet, ada yang mengaku seirama dengan Saiful namun ada juga yang membenarkan pihak PLN.

Kekecewaan warga dituangkan hampir di setiap aplikasi sosial media miliknya, salah satu media sosial yang paling banyak adalah Facebook, salah satu akun bahkan memaki pihak PLN dengan mengeluarkan bahasa kotor.

Pemadaman tanpa ada pemberitahuan sebelumnya ini dinilai sangat merugikan warga, khususnya pedagang kaki lima. Salah satu diantaranya mengaku rusak hanphonenya karena tiba tiba padam,

“Saya kodong baru saya beli hapeku, na rusak, mati total kasian karena mati tiba tiba listrikka,” ungkap Ridwan, warga hertasning yang juga pedagang kaki lima.

Kata PLN, Ada Gangguan di Transmisi

Setelah pagi tadi (16/11) pukul 07.40 WITA pasokan daya masuk dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan adalah 400 MW sekarang pukul 11.15 WITA pasokan daya masuk di Sistem Sulawesi Bagian Selatan sudah meningkat menjadi 470 MW.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi, Purnomo Iskak menyampaikan bahwa hari Kamis (15/11) pukul 15.21 WITA terjadi padam total di sistem Sulawesi Bagian Selatan dan sistem Sulawesi Bagian Tengah.

“Kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini dan mengucapkan terimakasih atas pengertian masyarakat sekalian,” ucap Purnomo.

“Saat ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah normal 60% dan kami memohon doa agar malam ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah pulih,” tutup Purnomo.

Tiga Penyebab Listrik Padam

  1. Gangguan akibat cuaca buruk di Transmisi Line Makale – Palopo.
  2. Gangguan di Transmisi line 275 kV Poso – Latuppa dikarenakan malfunction.
  3. Pembangkit lepas di Punagaya karena terjadi sehingga pembangkit lainnya seperti PLTA Poso dan PLTA Bakaru terjadi Under Frequency.

 

 

Penulis : Sya’ban Sartono

Editor  : Andi Amriani

Leave a Reply