UKM RITMA UIN Alauddin, Mengasah Bakat dan Ilmu Mahasiswa

307
Bagikan via
Pengurus UKM RITMA UIN Alauddin/foto dok

Mengikuti satu organisasi bukanlah sekadar mencari ilmu atau mencari teman baru. Tapi lebih dari itu, mengikuti organisasi untuk mencari persaudaraan yang berpotensi saling melahirkan kreatifitas dan prestasi.

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset, Keilmuan dan Kemitraan Masyarakat (RITMA) ini, berusaha membina jalinan persaudaraan dan berbagi  ilmu pengetahuan antar sesama anggota.

Sehingga dalam organisasi tidak ada rasa saling bertentangan, berbeda pendapat atau saling menyombongkan diri. Organisasi yang dibentuk awal 2018, tepatnya  ini tanggal 27 Februari telah menjalankan berbagai kegiatan salah satunya Training Intensif Kader (TIK). Tidak heran mereka yang tergabung didalam orgnisasi tersebut mendapatkan banyak manfaat.

Namun, untuk bergabung di unit kegiatan tersebut juga tidak mudah, harus melalui berbagai tahap seleksi.Terhitung sejak eksis tahun ini, RITMA sudah dua kali open recruitment, peserta mendaftar dan mengisi biodata secara online. Membuat tulisan salah satu syarat yang dianjurkan bagi peserta baru. Kemudian seleksi berkas, wawancara dan bagi peserta yang lolos berhak mengikuti intlektual camp.

Nah, tidak mudah kan, untuk bergabung di UKM Ritma?

Tetapi jika kalian serius dan memang tertarik untuk belajar atau penasaran kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman yang sudah lebih dulu berada disana, tidak menjadi masalah. Silahkan daftar dan ikuti tahap seleksinya.

Kata Mustabsyiratul Ailah Ketua Umun UKM RITMA, ketika ditemui oleh Irma dari timurindonesi.com, setelah daftar online, peserta mengikuti tes wawancara. Nah, kalau peserta lolos di tahap wawancara, yang dinyatakan lolos berhak mengikuti intelektual camp.

Masih cerita Ailah sapaan akrab Ketua UKM RITMA, setelah mengikuti intelektual camp ada lagi yang namanya  Training Intensif Kader (TIK), itu wajib di ikuti seluruh alumni intelektual camp, sabagai follow up dan sambil TIK.

“Sistem pembelajarannya juga diikutkan dengan tugas. Tugasnya itu membuat proposal. Jadi, boleh dikatakan anggota muda di UKM RITMA teah mengikuti tahapan-tahapan yang ditetapkan juga telah mengikuti seminar proposal,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, UKM RITMA sebelumnya adalah transformasi dari Lembaga Penelitian dan Penalaran Mahasiswa (LPPM) Al-kindi. RITMA resmi dilantik pada 27 februari 2018.

Sebelum dilantik menjadi UKM Internal kampus Universitas Islam Negari Alauddin Makassar. RITMA  yang dulunya masih LPPM Al-kindi masih bergabung dengan Ikatan Lembaga Penelitian dan Penalaran Se-Indonesia, dimana seluruh UKM yang ada di Makassar beranggotakan 27 pengurus.

Sedangkan anggota muda, belum resmi menjadi aggota RITMA sebelum seminar proposal. RITMA hadir sebagai adanya wadah penelitian bagi mahasiswa untuk mengasah bakat keilmuan, pengalaman dan menciptakan karya melalui ide-ide kreatif. RITMA sendiri memiliki semboyan , Taqwa, Intelektual, Profesional.

 

 

Laporan           : Irma

Editor               : Andi Amriani

Leave a Reply