Saudah binti Zum’ah, Istri Pengisi Kesunyian Rasulullah

116
Bagikan via

Dia adalah ummul mukminin, Saudah bintu Zama’ah bin Qois bin Abdu Syams bin Abdu Wudd Al-Amiriyyah radhiallahu’anha. Ibunya adalah Syamusy bintu Qois bin Zaid An-Najjariiyyah. Wanita yang dinikahi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sepeninggal Khadijah Radhiallahu Anha ini menjadi istri satu-satunya bagi Rasulullah sampai Aisyah masuk dalam kehidupan rumah tangganya.

Ketika Rasulullah merasakan kesendirian ditinggal Khadijah dan Abu Thalib, datang seorang perempuan yang membawa kasih sayang dan keceriaan. Ia merupakan seorang yang berjiwa besar serta telaten dalam mengasuh putri-putri Rasul . Seorang perempuan yang membawa kasih sayang serta keceriaan saat Nabi sedang sendiri. Dialah Saudah binti Zam’ah.

Walaupun hadir ketika Rasul dalam kesunyian, Saudah menyadari bahwa Rasulullah menikahinya bukan karena kecantikan juga karena hartanya. Namun Rasulullah menikahinya karena kehidupan yang dijalani Saudah penuh dengan rintangan. Bahkan ketika Aisyah hadir dalam rumah tangga Rasulullah, Saudah merelakan gilirannya untuk Aisyah.

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa ketika memilih Islam, Saudah memiliki akhlak yang sangat terpuji. Ia adalah perempuan yang shalihah dan gemar bersedekah.

Sampai pada suatu hari ketika para istri Rasulullah berkumpul, Aisyah bertanya kepada Nabi,”Wahai Rasulullah, siapa di antara kita yang lebih dulu menyusul anda?”

“Yang paling panjang tangannya,” jelas Rasulullah.

Ummahatul Mukminin menyadari yang dimaksud paling panjang tangannya adalah dia yang suka bersedekah. Dan ternyata orang yang gemar bersedekah yakni Saudah binti Zam’ah.

Akrab dengan Aisyah

Saudah adalah perempuan yang memiliki postur tubuh tinggi dan besar. Meskipun demikian, ia memiliki hati lembut, bersahabat, dan suka menolong. Maka, ketika Aisyah masuk dalam rumah tangga Saudah dan Rasulullah, hal itu tidak membuat keadaan menjadi kacau.

Bahkan kedua istri Nabi ini saling membantu dalam membangun rumah tangga. Tak jarang Saudah membantu pekerjaan rumah Aisyah. Ia selalu membuang tindakan yang tidak disenangi oleh sesamanya.

Aisyah begitu mencintai Saudah. Oleh karena itu, Aisyah pernah memuji sifat dan kepribadiaan Saudah. “Tak seorang pun perempuan yang paling aku cintai untuk menjadi kulit (pengganti) bagiku daripada Saudah binti Zam’ah.”

Keistimewaan Saudah binti Zum’ah

1. Termasuk wanita pertama yang memeluk Islam, ikut hijrah dua kali yakni ke Habasyah, dan madinah Munawwarah.

2. Termasuk golongan pertama yang masuk Islam

3. Selalu berusaha menyenangkan hati Nabi dengan memberikan jatah hari gilirannya kepada Aisyah Radhiallahu Anha. Saudah tahu bahwa wanita yang paling dicintai oleh Nabi di antara istri-istrinya adalah Aisyah Radhiallahu Anha.

4. Selalu mengejar kebaikan dan ketaatan bahkan Aisyah cemburu dengan kesegeraan Saudah dalam kebaikan dan ketaatan.

Penulis: Indrawati
Dari berbagai sumber

Leave a Reply