Pertamina MOR VII Sulawesi Cetak Pecinta Lingkungan di Sekolah

301
Bagikan via

MAKASSAR — PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi  menyiapkan bibit-bibit unggul di tatanan pendidikan, khususnya pada pelestarian lingkungan.

Melalui Program Sekolah Adiwiyata Sobat Bumi,
PT Pertamina saat ini membina tiga sekolah di tiga kabupaten berbeda se-Sulawesi Selatan. Masing-masing adalah SMPN 2 Kota Parepare, SMA 4 Kabupaten Maros dan SMPN 6 Makassar.

Junior Officer CSR & SMEPP, Denny Saputra Ramadhan, mengatakan, program ini telah berlangsung selama dua tahun terakhir untuk peningkatan kapasitas sekolah adiwiyata, agar budaya sadar lingkungan muncul di sekolah.

Bukan itu saja, selain pembinaan SDM kepada siswa-siswi di bangku SMP, juga dilakukan peningkatan sarana pendukung adiwiyata sehingga memaksimalkan gerak dan aksi siswa untuk menciptakan lingkungan asri, bersih dan nyaman di sekolahnya.

Pembinaan Yasalam di SMA 4 Maros terkait cara memaksimalkan green farming di sekolah, beberapa waktu lalu. Foto: Dok.Yasalam

“Ada yang kami bina sudah tiga tahun dan ada juga baru dua tahun. Rencana ke depannya kami masih terus fikirkan, apa kegiatan ini hanya sampai tiga tahun atau lima tahun,” ungkap Denny kepada Timurindonesia.com, Selasa (6/11/2018).

Kendati demikian, Denny mengaku, meski pembinaan berakhir di sebuah sekolah, namun PT Pertamina tetap melakukan pendampingan jangka panjang. Selain itu, pembinaan yang sama juga diharapkan bisa merambah sekolah-sekolah lain di daerah.

Pemilahan sampah kering oleh salah satu siswa di SMA 4 Maros. Foto: Dok.Yasalam

“Kita rencanakan maksimal pembinaan tiga tahun tapi setelahnya tetap ada komunikasi. Lalu berpindah ke lokasi lain untuk kita buat lagi,” kata Denny.

Olehnya, PT Pertamina MOR VII Sulawesi menggandeng pihak ke tiga, yakni Yayasan Lestari Mulia (Yasalam), sebuah yayasan yang telah memiliki pengalaman panjang terkait pembinaan sekolah adiwiyata di Makassar.

Penanaman bibit yang dilakukan anggota Green Saber SMP 6 Makassar di lingkungan sekolah. Foto: Dok.Yasalam

Terkait pemilihan ketiga sekolah di atas, berdasarkan rekomendasi setiap Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Sulawesi.

Sementara Pembina Yasalam, Ikrom Trianto menyebutkan, pihaknya dalam melakukan pembinaan menyeimbangkan antara teori dan praktek, gunanya agar siswa-siswi tidak bosan memperoleh ilmu lingkungan.

“Kita memang harus pelan-pelan dan bersabar untuk perubahan karakter, apalagi bagi mereka yang masih sangat cuek dengan lingkungan sekitarnya,” ungkap Ikrom.

Lomba Daur Ulang di SMP 2 Parepare beberapa waktu lalu. foto: Dok.Yasalam

Dijelaskan, tahun pertama para siswa dibekali ilmu pengetahuan terkait sampah, jenis dan seperti apa pemanfaatannya kembali. Kemudian dilanjut dengan praktek langsung di lapangan. Seperti pengadaan Bank Sampah, pengelolaan komposter hingga mengajak siswa-siswi bercocok tanam.

“Agar program ini lebih semarak, kami juga menggelar lomba daur ulang yang diikuti setiap kelas di tiga sekolah binaan. Hasilnya, jiwa kreatif siswa dengan memanfaatkan sampah semakin terlihat. Dan ini yang sangat finikmati adik-adik kita,” ungkap Ikrom.

Foto bersama pembina Yasalam dengan siswa SMP 2 Parepare usai perlombaan daur ulang. Foto: Dok.Yasalam

Apresiasi pun lahir dari pihak sekolah. Manfaat dari program sangat dirasakan, sehingga setiap sekolah memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan setiap rangkaian pembinaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina karena telah menunjuk sekolah kami sebagai salah satu penerima manfaat program CSR ini yang mampu menumbuhkan kesadaran anak-anak kita untuk makin mencintai lingkungannya,” tambah Kepala SMP 6 Makassar, Munir M Ag.

Saat ini, di tiga sekolah sasaran pun telah terbentuk komunitas pecinta lingkungan. Di antaranya SMPN 6 Makassar, hadir komunitas Green Saber sebagai pelopor pelestarian lingkungan yang dibentuk melalui program Adiwiyata Sekolah Sobat Bumi Pertamina bersama Yasalam.

Penulis: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply