Mau jadi Suami Idaman? Begini Caranya…

36
Bagikan via

Setiap wanita muslimah tentu menginginkan lelaki sholeh untuk dijadikan pasangan hidup. Hal ini tentu sangat penting mengingat bahwa setiap manusia tentu ingin mendapatkan yang terbaik bagi kehidupannya.

Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam merupakan sosok suami sholeh yang harus dijadikan panutan bagi seluruh lelaki di dunia ini. Semua perlakuan Rasul terhadap istri-istri dan juga keluarganya adalah sebaik perlakuan yang harus ditiru oleh lelaki sholeh dimanapun juga.

Dalam hal ini, seorang istri mendambakan suami yang baik, penuh pengertian, dan mampu memimpin keluarganya untuk mewujudkan keluarga bahagia. Kriteria suami dambaan istri itu berbeda-beda, tergantung dari istri tersebut. Dalam berbagai kondisi misalnya saat seorang istri mengandung, sang istri tentunya menginginkan suami yang siap siaga menyambut kelahiran sang buah hati.

Ternyata menjadi suami yang siaga bagi istri begitu membahagiakan. Suami yang selalu siap siaga adalah dambaan semua istri yang sedang mengandung. Bukan hanya dalam hal mengantar istri berobat ke dokter, tapi juga menjadi teman bagi istri dan menyediakan kebutuhannya. Dalam hal ini, suami dan istri harus dapat mewujudkan diri sebagai orang yang “terbaik” di mata pasangannya.

Berbagi Tugas

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyiasati keperluan dalam rumah tangga. Jika suami dan istri sama-sama berkarir di luar rumah, maka berbagi tugas adalah suatu yang wajar. Bicaralah secara jujur dan terbuka tentang pembagian tugas rumah tangga yang diinginkan. Misalnya mengasuh anak, menemani anak belajar, berbelanja kebutuhan rumah tangga, dan lainnya.

Pembagian tanggung jawab untuk urusan rumah tangga tak hanya berdampak positif bagi istri dan suami, namun juga bagi buah hati. Pembagian tugas ini akan membuat suami terlibat dalam pengasuhan anak, sehingga hubungan ayah dan anak lebih erat.

Telaahlah pembagian tugas, meskipun pembagian tugas antara istri dan suami sudah berjalan, terkadang berbagai masalah akan timbul akibat perbedaan pandangan antara istri dan suami. Misalnya suami keberatan bila harus melakukan kegiatan rumah tangga yang menurutnya merupakan tugas dan tanggung jawab istri.

Sementara itu, istri melihat bahwa suami tak sepenuhnya rela dan ikhlas membantu urusan rumah tangga.
Oleh karena itu, seharusnya pasangan suami istri meluangkan berdiskusi terkait persoalan ini di waktu yang agak santai, agar diskusi berlangsung menyenangkan. Ajaklah suami melakukan tugas dan pekerjaan rumah tangga secara bergantian, sehingga timbul rasa saling menghargai atas usaha masing-masing pihak.

Ciri Suami Sholeh

1. Bisa membahagiakan istri dan anak-anaknya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Suami yang sholeh tidak akan memberi istri dan anak-anaknya kecuali dengan harta yang halal.

2. Mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya, karena istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya.

3. Mampu menjadi pemimpin di dalam rumah tangga. Suami sholeh adalah yang mampu memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya di dalam pemerintahan yang dipimpinnya, dalam hal ini adalah istrinya.

4. Suami shaleh akan selalu bersikap bijaksana dalam tindakan, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan sang istri dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah Ta’ala.

5. Selalu menjadi teladan buat istri dan anak-anaknya, mampu menumbuhkan kebiasaan yang baik, mendidik diri, istri, dan anak-anaknya untuk menapaki jalan menuju keridhoan Allah.

6. Suami yang mampu membuat istri dan anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa serta menapaki tangga sukses di dunia dan di akhirat kelak.

Penulis: Indrawati

Leave a Reply