Didik Anak Berkarakter Pemimpin

19
Bagikan via

Mendidik anak menjadi pribadi berkarakter dan berakhlak mulia merupakan dambaan semua orangtua. Menurut Ustadz Khalid Basalamah, ada tiga tahapan dalam mendidik agar anak berkarakter sesuai yang dicontohkan di zaman Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan diaplikasikan oleh para sahabatnya.

“Selama tujuh tahun pertama, bina anak-anak kita dengan kesabaran. Sebab pada fase ini apapun yang mereka lakukan murni sebagai bentuk pencarian jati dirinya. Orangtua juga harus paham, dunia anak adalah dunia bermain,” katanya.

Yang kedua, kata Khalid, tujuh tahun berikutnya didik anak dengan ketegasan. “Ingat! Ketegasan bukan kekerasan. Pada fase ini orangtua mulai memberikan gambaran hal yang baik dan yang buruk. Meski demikian, jangan sekali-kali melukai hati anak dengan kata yang tidak layak keluar dari mulut orangtua,” sambungnya.

Tujuh tahun berikutnya, ajak anak bermusyawarah dan bebaskan mereka bersosialisasi dengan lingkungannya.

“Meski sudah ada kebebasan untuk berinteraksi dengan lingkungannya, bukan berarti orangtua lengah. Tetap awasi anak-anak Anda, ajak mereka berdiskusi sekecil apapun kebijakan yang ingin Anda terapkan dalam rumah tangga,” jelasnya.

Terkait dengan ini, mendidik anak dengan santun merupakan hal yang paling penting bagi setiap orangtua. Sebab, bisa mempengaruhi karakter sang anak ketika dewasa.

“Orangtua harus mencontohkan hal yang baik untuk anaknya. Kadang kala, orangtua berkata kasar kepada anaknya saat sedang marah. Hati-hati, ini bisa saja menjadi doa yang buruk untuk anak kita,” paparnya.

Khalid menjelaskan, sewajarnya orangtua akan mendapatkan kondisi yang berseberangan, yakni antara harapan dengan perilaku anaknya.

“Maka tegurlah dengan ucapan yang santun, doakan agar Allah Ta`ala memberikan hidayah kepada anak,” ujar pendakwah asal Makassar ini.

Jangan Salah Pilih Pasangan!

Ustad Khalid Basalamah mengatakan memilih pasangan yang tepat menjadi faktor penting dalam melahirkan keturunan yang shalih. Alumni Universitas Islam Madinah ini menganjurkan agar Muslimah memilih laki-laki yang shalih sebagai pasangan, begitu pun sebaliknya.

Dengan demikian, keduanya akan memiliki komitmen yang sama ketika mendidik anak-anak yang dekat kepada Allah Ta’ala.

“Pasangan merupakan faktor utama yang menentukan seperti apa keturunan kita. Oleh karena itu, hendaknya seorang lelaki Muslim memilih perempuan yang bisa mengantarkan anak-anaknya kelak menjadi anak yang shalih,” ujarnya.

Penasehat di Wesaltv Jakarta ini menambahkan, orangtua yang beriman dan taat akan berupaya menjadikan keturunannya anak-anak pilihan. “Agar memiliki anak shalih, para ibu harus tetap berupaya dan berdoa kepada Allah Ta`ala,” paparnya.

Tips Didik Anak jadi Pemimpin

1. Ajarkan tanggung jawab

Seorang anak harus diajari tanggung jawab sebab menjadi nilai penting buat seorang pemimpin. Mengajarkan anak tanggung jawab misalnya dengan memberi tugas rutin di rumah seperti membereskan tempat tidurnya setiap pagi selepas tidur.

2. Kejujuran

Seorang pemimpin harus jujur. Ajari anak-anak untuk selalu jujur serta berikan pengertian kepada anak bahwa nilai kejujuran itu lebih penting daripada nilai-nilai yang ada dalam bentuk angka.

3. Menepati janji

Seorang pemimpin harus amanah dan tidak ingkar janji. Mengajari anak untuk selalu amanah dengan cara membuat komitmen bersama saat ia melakukan kesalahan kemudian dibuat dalam bentuk tertulis. Saat anak mampu melaksanakan semua komitmennya, ia belajar untuk menerima amanah yang lebih besar di kemudian hari. Anak-anak akan senang untuk terus belajar menjadi lebih baik saat ia melakukan kesalahan.

4. Jiwa pembelajar

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu belajar baik melalui sumber-sumber dari luar atau juga dari dirinya sendiri. Anak-anak harus mampu menjadi pembelajar seumur hidup karena mereka akan hidup dalam zamannya yang terus berubah.

Editor: Indrawati

Leave a Reply