Ummi, Hargai Jerih Payah Suamimu

21
Bagikan via

Kata “terima kasih” merupakan ucapan yang sepele tapi memiliki nilai yang luar biasa. Dalam kehidupan rumah tangga, sering kita saksikan orangtua mengajarkan anak-anaknya untuk mengucapkan kata tersebut. Ketika mereka diberi sesuatu atau diberi bantuan oleh seseorang, kita mengingatkan untuk mengucapkan terima kasih.

Namun yang terjadi sebaliknya, ketika berada di rumah tradisi tersebut hilang. Tak ada tuntutan untuk mengucapkan dua kalimat tersebut. Mirisnya lagi, hal ini berlanjut hingga mereka dewasa. Sehingga terdengar janggal bila salah satu anggota keluarga mengucapkan terima kasih kepada orang yang berada di rumah tersebut. Perkataan ini mengandung makna yang dalam serta mampu menguatkan ikatan batin, misalnya antara suami istri.

Dalam hubungan suami istri diperlukan rasa menghargai dan menghormati, yang akan memunculkan perasaan terima kasih kepada pasangan. Istri tidak akan memaksa suami untuk memenuhi segala kebutuhannya karena menghargai jerih payahnya. Suami tidak akan bersikap kasar terhadap istrinya karena ia menghargai usaha istrinya ketika membesarkan anak, membersihkan rumah, memasak, mengurus cucian kotor, dan lain-lain.

Hadirnya rasa menghargai, akan menanamkan rasa hormat sehingga mengurangi keinginan untuk bertengkar. Dan perkataan “terima kasih” memegang peranan penting karena menunjukkan penghargaan antara satu sama lainnya.

Mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga bukanlah pekerjaan yang mudah. Kerap kali suami harus menahan segala tuntutan kantor seorang diri, terlambat makan, serta tanggung jawab lainnya semata-mata untuk membahagiakan anak dan istrinya. Oleh karena itu, istri harus bisa menghargai jerih payah suami. Ini adalah kewajiban istri untuk tidak menganggap sepele persoalan tersebut.

Menjadi Istri Shalihah

Rumah tangga harmonis merupakan dambaan pasangan suami istri. Salah satu faktor keharmonisan ialah istri yang baik atau istri yang shalihah. Meski tidak mudah, hiruk pikuk rumah tangga butuh perjuangan panjang untuk menundukkan ego istri maupun suami. Namun kecintaan dan ketaatan istri kepada Allah Ta’ala akan menjadi modal yang memudahkan upaya istri menjadi wanita shalihah.

Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam bersabda: “Sebaik-baik istri ialah yang menyenangkan jika engkau (suami) melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR Ath-Thabrani).

Surga dan neraka istri ada pada ridho suami. Jika suami melakukan kesalahan fatal dan melanggar syariat, sangat wajar jika istri kehilangan penghargaan terhadap kepemimpinan suami. Justru istri perlu untuk menggugat haknya pada suami.

Akan tetapi jika suami melaksanakan segala tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga namun istri tak menghargainya, maka bersiaplah untuk mendapatkan azab Allah. Segeralah bertobat jika Anda melakukan perbuatan ini karena telah melecehkan suami.

Kewajiban Istri

1. Jangan Berlebihan Menuntut Suami

Banyak peristiwa dimana perilaku gengsi istri muncul. Tetangga beli mobil baru, istri langsung menuntut suami untuk membelikannya juga tanpa memahami kondisi keuangan atau gaji suami. Di sinilah dibutuhkan sikap pengertian sang istri. Olehnya, seorang istri wajib memahami kondisi yang dialami sang suami.

2. Berhemat

Istri yang bijaksana akan paham mengenal hal ini. Mencari satu rupiah tidak semudah ketika kita membelanjakannya. Terkadang istri khilaf ketika berbelanja, membeli barang bukan karena kebutuhan tapi karena keinginan. Seorang istri harus bisa menghemat setiap penghasilan yang diberikan suami.

3. Mengelola Keuangan Pemberian Suami

Menghargai jerih payah suami dapat dibuktikan dengan pandainya istri mengatur keuangan dengan cara membuat pos-pos pengeluaran secara detail.

Penulis: Indrawati
Dari berbagai sumber

Leave a Reply