Tiga Penumpang Lion Air Terindentifikasi, dari Sidik Jari, Sepatu Hingga Tatto

145
Bagikan via
Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Pol Musyafak dan Tim Inafis Brigjen Pol Hudi Suryanto, Jumat (2/11/2018)/foto aniek

Hari kelima pasca jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610, tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, telah terindentifikasi tiga korban penumpang pesawat tersebut.

Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Pol Musyafak, didampingi Tim Inafis Brigjen Pol Hudi Suryanto menggelar jumpa pers setelah proses identifikasi tiga jenazah tersebut selesai pada pukul 16.00 WIB.

Musyafak menjelaskan dari kantong jenazah Lion/Tanjung priok/002 terindetifikasi antemortem atas nama Chandra Kirana, seorang lelaki berusia sekira 29 tahun. Korban tersebut beralamat di Pasar Bhayangkara, Kabupaten Part, SumateraSelatan.

Lanjutnya, property korban yakni sepatu bermerek Reebok warna putih garis hitam. Dari hasil identifikasi yang dilakukan DVI tersebut, kemudian dicocokkan dengan data CCTV Angkasa Pura. “ Dari CCTV itu kami melihat Chandra di Bandara sebelum naik pesawat persis menggunakan sepatu tersebut,” jelasnya.

Jenazah kedua yang terindentifikasi yakni seorang perempuan bernama Monik. Perempuan yang menjadi korban Lion Air ini, berusia sekira 41 tahun, beralamat Jl Kartini no. 7 Sawah Besar. Tim DVI menemukan Tatto di bagian Punggung sebelah kanan.  Tatto itu kemudian di cocokkan dengan informasi dari keluarga korban.

Identifikasi dari Tiga Jari

Terkait jenazah ketiga dijelaskan oleh Tim Inafis Brigjen Pol Hudi Suryanto, dari kantong jenazah Lion/Tanjung Priok/006A/no.192 diketahui bernama Hizkia Jorry Sarahonsang, jenis kelamin laki-laki berusia 23 tahun.

Lanjutnya, untuk korban tersebut, posisi yang bisa terindentifikasi hanya tiga jari yakni, jempol, telunjuk dan jari kelingking. Sedangkan kedua jari yang tengah yakni jari manis dan jari tengah tidak ada lagi.

Kendati demikian, alat yang dimiliki tim inafis bisa teridentifikasi dengan catatan sipil, atau E-KTP sehingga dengan mudah bisa diketahui melalui ketiga jari yang utuh tadi. “Dari situlah kami cocokkan dengan sidik jari yang ada pada KTP milik korban,” katanya kemarin dalam jumpa pers, Jumat (2/11/2018) pukul 19.00 WIB, seperti yang kami lansir dari salah satu stasiun TV.

Hudi Suryanto juga menjelaskan, remaja tersebut lahir di Jakarta 19 Maret 1995, merupakan anak pertama dari pasangan Sila Hernita dan Johan Sarahonsang. Pada manifest Lion Air JT 610 tercatat, Jorry pada nomor 140.

Rencanan penyerahan jenazah ketig korban yang telah teridentifikasi tersebut, akan dilakukan oleh DVI menyerahkan ke pihak penerbangan dalam hal ini Lion Air. Selanjutnya Lion Air yang akan menyerahkan ke pihak keluarga korban.

 

Penulis : Andi Amriani

 

 

 

Leave a Reply