Akibat Memilih Paras Cantik

11
Bagikan via

Kisah Abdurrahman bin Abi Bakar dan Laila bintu Al Judi

Abdurrahman bin Abu Bakar adalah seorang yang sangat memegang teguh pendiriannya. Ayahnya, Abu Bakar As Shiddiq termasuk orang pertama yang memeluk agama Islam pertama kali. Dikisahkan pada suatu hari, Abdurrahman bin Abi Bakar bepergian ke Syam untuk berniaga.

Dalam perjalanannya ia melihat seorang wanita yang cantik rupawan, bernama Laila Bintu Al Judi. Pertemuan tersebut menghujam hati Abdurrahman yang membuatnya tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila. Berbagai syair pun tercipta.

Umar bin Khattab yang mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam berkata: Bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perang (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman.

Tindakan ini dilakukan oleh Umar karena merasa iba dengan Abdurrahman yang selalu menyebut nama Laila. Setelah negeri Syam ditaklukkan, impian Abdurrahman terwujud dengan menikahi Laila.

Setelah menikahi pujaan hati, istri-istrinya yang lain dilupakan. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang wajar, istri-istrinya yang lain mengadukan perilaku Abdurrahman kepada Aisyah istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Cinta Abdurrahman luntur dan sirna sejak Laila ditimpa penyakit yang menyebabkan dirinya tidak cantik lagi. Akibatnya, Abdurrahman tidak sudi lagi memandang Laila dan selalu bersikap kasar. Perlakuan tersebut diadukan ke Aisyah.

Mendapat pengaduan Laila, Aisyah pun menegur saudaranya dan berkata:“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya, Abdurrahman pun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559).

Penulis: Indrawati
Dari berbagai sumber

Leave a Reply