25 Sekolah di Takalar Teken MoU Kantin Sehat

134
Bagikan via
Ketua Tim Penggerak PKK pada sosialisasi kantin sehat di Kabupaten Takalar, Senin (29/10/2018)/humas takalar

TAKALAR—Sebanyak 25 sekolah yang ada di Kabupaten Takalar menandatangani omerandum Of Understanding (MoU) program kantin sehat.

Sekolah yang menandatangani kerjasama tersebut bukan hanya sekoah dasar tetapi juga Sekola Menengah Pertama (SMP), kegiatan tersebut disaksikan langsung Anggota Komisi IX DPR RI, Bupati Takalar, Ketua Tim Penggerak PKK Takalar serta Kepala Balai Besar BPOM Makassar.

Bupati Takalar Syamsari mengatakan Pemda sangat merespon positif kegiatan yang dilaksanakan ini, merupakan bagian visi misi Bupati Takalar yaitu terwujudnya Takalar yang unggul, sejahtera dan bermartabat.

“Semoga dengan lahirnya program ini bisa mencapai visi misi tersebut dan Pemda akan selalu siap membuka ruang untuk bekerjasama dalam mencapai kesejahteraan masyarakat Takalar,” katanya.

 Pemkab terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat Takalar, salah satunya dengah memberikan pengetahuan yang lebih kepada masyarakat tentang kesehatan. Melalui  sosialisasi pemberdayaan masyarakat, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), obat dan makanan kerjasama Badan POM RI melalui Balai Besar Pengawas dan Obat dan Makanan Makassar, dan  kerjasama Komisi IX DPR RI dan T.P PKK Takalar.

Irma selaku Ketua Tim Penggerak PKK Takalar juga berharap, dengan adanya sosialisasi ini dapat menjadikan tiap desa di Takalar menjadikan lahan pangan aman. Selain itu juga berharap dukungan BPOM untuk Pemda Takalar sehingga menjadi kabupaten yang pangannya aman.

Kepala Balai BPOM menjelaskan bahwa tujuan sosialisasi ini memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang obat dan makanan utamanya tentang bahaya dan risiko konsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat.

Mengkomunikasikan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya membaca informasi pada label dan kemasan obat dan makanan yang akan dikonsumsinya. Serta cara melindungi diri dari peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat.

 

Editor  : Andi Amriani

Leave a Reply