Melintas di Pangkep, Nurdin Abdullah Mampir Makan Jeruk

96
Bagikan via
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mampir makan jeruk di Kabupaten Pangkep, Jumat (26/10/2018)/humasprov

Sepanjang jalan di Kabupaten Pangkep Sulsel, berjejer rapi rumah-rumah kecil yang dipenuhi jeruk besar. Jeruk-jeruk itulah yang menarik perhatian pengguna jalan yang melintas, tidak heran banyak yang mampir untuk membeli.

Para pedagang jeruk di sepanjang jalan tersebut juga telah menyediakan tempat bagi pengunjung yang membeli jeruk dan ingin makan di tempatnya. Selain itu, ia juga menyediakan lombok dan garam.

Hampir semua pedagang jeruk menjual buah berwarna hijau ini dengan ukuran yang besar, namanya jeruk pamelo atau jeruk Jumbo.

Jeruk berukuran besar dengan kulit berwarna hijau kekuning-kuningan ini juga telah menjadi ikon Pangkep, dengan berat 1-2,5 Kg perbuah dengan mudah ditemui sepanjang jalan poros Pangkep-Barru. Keberadaan pedagang jeruk ini juga menjadi daya tarik.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang melintas di Pangkep usai melakukan kunjungan kerja di Parepare dan Barru, Jum’at (26/10). ┬áIa langsung menghentikan kendaraannya dan singgah di salah satu kios yang terletak di daerah Ma’rang. Ia turun dari mobil duduk dan menikmati jeruk tersebut dengan lahap.

“Enak ini, jeruknya ibu enak dan manis,” kata Nurdin Abdullah yang mencicipi jeruk jenis gula-gula.

Di kios Nomor 57 itu berjejer rapi dan beringkat berbagai jenis jeruk, mulai dari jenis gula-gula, jeruk putih, jeruk merah bahkan ada jeruk yang diberi nama jeruk bencong. Jika dilihat dari tampilan luar jeruk-jeruk ini memiliki bentuk yang sama.

“Makanja to iye lemo na Ndi’ (bagus juga jeruk yang satu ini),” kata penjual jeruk, Andi Sakka.

Wanita paruh baya ini menjelasakan, bahwa jeruk yang dijualnya diperoleh di daerah Padang Lampe, masih di wilayah Kecamatan Ma’rang.

Sebelumnya, Andi Sakka tidak mengetahui konsumennya adalah Gubernur Sulsel. Saat akan kembali, salah seorang staf menanyakan apakah mengetahui orang yang baru saja memborong jeruknya.

“Astaga, uwisseng ni (saya baru sadar) Pak Gubernur,” sebutnya kemudian menutup mulutnya dengan jilbabnya.

NA kemudian berpamitan, Ia membeli sebanyak 20 buah jeruk. Di Pangkep tidak sulit menemukan jeruk seperti ini, apalagi pada saat musim panen, jeruk ini banyak dipasarkan dipinggir jalan.

 

 

Editor : Andi Amriani

 

 

Leave a Reply