Misteri Tewasnya Fransiskus Sekeluarga di Palembang

141
Bagikan via
Rumah Fransiskus di Palembang/foto suumateradeadline

Tewasnya Fransiskus warga Palembang bersama istri dan dua anaknya di kelurahan Bukit Sangkal, kecamatan Kalidoni, Palembang, Kamis (25/10/2018) tidak hanya menggemparkan warga Palembang saja, tetapi masyarakat sejagad raya pun bertanya-tanya penyebab kematian mantan pengusaha komputer tersebut.

Pertama kali korban ditemukan oleh salah satu asisten rumah tangga mereka, Novitri, perempuan berusia 28 tahun ini sudah lama bekerja di rumah Fransiskus.  Ia pertama kali melihat tubuh Kathlyn, putri bungsu majikannya.

Ia heran sudah pukul 06.30 rumah yang sehari-hari ia tempati bekerja itu masih sepi. Anak-anak yang seharusnya berangkat ke sekolah juga belum kelihatan. Akhirnya Fitri berjalan ke kamar Katy rencana untuk membangunkan, namun ia sangat terkejut ketika melihat Katy di atas ranjang dalam posisi tengkurap, dan kasurnya bersimbah darah.

Tubuh Katy dingin dan wajahnya pucat, ada luka tembak di bagian kepalanya. Anak berusia 11 tahun itu telah di bunuh. Novitri histeris, teriakannya sangat keras memanggil adiknya yang juga bekerja di rumah itu. Saraaaaah, mendengar teriakan itu Sarah pun sama kagetnya dengan Fitri saat melihat Katy terbujur kaku.

Sarah pun berlari ke kamar Raffael, ia melihat posisi mayat lelaki berusia 18 tahun sama seperti adiknya. Tengkurap, luka tembak di wajah dan kasur berlumur darah. Melihat kedua anak majikannya tewas di kamar masing-masing, kedua pembantu kakak beradik tersebut pun berlari ke kamar majikannya, yang sejak tadi tidak kelihatan. Namun, kamarnya terkunci.

Sarah dan Novitri meminta bantuan warga sekitar rumah, saat itu  mayat Fransiskus dan istrinya ditemukan berdampingan, juga dengan luka yang sama seperti kedua anaknya. Bukan hanya itu, dua anjing kesayangan mereka juga tewas dengan luka tembak.

Pihak kepolisian setempatpun mulai mengumpulkan data, beberapa pertanyaan ditanyakan ke orang terdekat korban, seperti pembantu dan sopir pribadinya.Selain itu, juga ditemukan dua kertas bertuliskan “Aku sudah sangat lelah, maafkan aku,” yang satunya “Aku sangat sayang dengan anak dan istriku, Choky dan smowy. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka didunia ini,” kata fransiskus, diduga ia menulisnya sesaat sebelum bunuh diri.

Fransiskus juga menulis dan mengirim pesan di group whatshap teman-temannya berbunyi  “maafkan aku teman-teman, kenanglah kebaikanku saja. Jangan membicarakan kejelekanku, jalan kalian masih panjang.

Polisi juga menemukan dua buah pistol di tangan Fransiskus jenis revolver, selain itu polisi juga menemukan enam buah peluru di rumah korban. Barang bukti lainnya, saat ini pihak kepolisian rencana akan membuka CCTV di rumah korban. Untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematian satu keluarga di Palembang tersebut.

 

Andi Amriani

Diolah dari berbagai sumber

 

Leave a Reply