2019, Mesin Parkir Elektronik Asal Swiss Beroperasi di Makassar

166
Bagikan via

MAKASSAR — Sistem perparkiran elektronik atau yang disebut sistem terminal parkir elektronik rencananya akan dioperasikan di tiga ruas jalan Kota Makassar pada Januari 2019 mendatang.

Ketiga ruas jalan tersebut yakni Jalan Penghibur, Jalan Somba Opu dan Jalan Kartini, yang secara keseluruhan akan menggunakan alat parkir elektronik asal Swiss berjumlah 25 mesin.

Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Parkir, Syahril Sappaile mengaku, sistem parkir elektronik ini akan mengadopsi sistem yang telah ada sebelumnya dengan menggandeng pihak ketiga untuk pengembangannya.

“Kita akan kembangkan dengan pihak ketiga sebagai langkah awal, yaitu dari Kinaria Terbaik Indonesia (KTI). Mengelola tiga lokasi yang alatnya didatangkan langsung dari Swiss,” ungkapnya pada Coffe Morning yang digelar Bagian Humas Kota Makassar, di Kopi Alps, Jalan Dr Ratulangi, Kamis (25/10/2018).

Diakui Syahril, regulasi terkait hal ini sangat diperlukan agar terjalin kesepahaman antara Pemerintah Kota Makassar dengan para pelaku bisnis yang kerap kali mengesampingkan lahan parkir.

“Padahal ini sangat penting, sebagai salah satu syarat pendirian usaha,” tegas Syahril.

Olehnya, sebagai upaya persiapan, Syahril mengaku, pihaknya tengah mempersiapkan SDM melalui peningkatan kapasitas jukir (juru parkir) dalam pengoperasian alat elektronik tersebut, sekitar 50 jukir yang akan dibagi ke dalam dua shift.

“Dengan ini, juga mencatatkan Makassar sebagai kota pertama di Indonesia Timur yang memiliki sistem parkir elektronik,” ucap Syahril.

Saat ditanya terkait kelebihan dari sistem parkir elektronik tersebut, pihak KTI angkat bicara.

Direktur Operasional PT KTI, Wahyu Ramadhan menyebutkan, pembayaran parkir yang dilakukan masyarakat akan langsung masuk ke bank, sehingga tidak ada cash money yang digunakan untuk jasa parkir ini.

“Jadi ada mesin yang langsung terkoneksi dengan internet sehingga transaksinya tercatat secara realtime. Pembayarannya pun tidak ribet,” tandasnya.

Upah Jukir Rp1,5 Juta 

Sekaitan dengan upah para jukir, Wahyu Ramadhan menyatakan, pihaknya bersama PD Parkir telah menyepakati Rp1,5 juta perbulan sebagai upah 50 jukir yang akan disiapkan pada tahap awal. Sekaligus berhak menerima asuransi kesehatan hingga ketenagakerjaan.

Kendati demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun Timurindonesia.com, saat ini upah jukir setiap bulannya bahkan melebihi upah yang dijanjikan PD Pasar dan PT KTI.

“Ini kan tahap awal, mungkin sebelumnya penghasilan mereka lebih dari yang kami tawarkan, tapi asuransi berupa BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan juga akan kami berikan. Tentu ini menjamin mereka. Apalagi penghasilannya fluktuatif, belum pasti,” paparnya.

Pada tahap evaluasi, akan dilakukan enam bulan sekali untuk melihat efisiensi penggunaan sistem parkir elektronik tersebut. Sebab rencananya, sistem ini juga akan dioperasikan di ruas jalan protokol Makassar.

Penulis: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply