Pesta Adat Jene-Jene Sappara, Warisan Kerajaan Tarowang di Jeneponto

36
Bagikan via
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah hadiri penutupan pesta adat Jene-jene Sappara di Jeneponto, Rabu (24/10/2018)/humasprov

Pesta adat Jene-Jene Sappara atau Mandi Sabang dilakukan di pinggir laut Desa Balang Loe Tarowang ini merupakan pesta tahunan yang digelar setiap bulan Sabang. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 17 Oktober lalu.

Kegiata ini, dilaksanakan selama elapan hari, dan pada hari Rabu (23/10/2018) merupakan penutupan dari pesta adat tersebut. Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) hadir menutup acara pesta adat Je’ne-Jene Sappara di Desa Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang, Jeneponto.

Selain dihadiri Nurdin Abdullah, juga hadir Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulsel Hasan Basri Ambarala yang juga merupakan sesepuh dan juga keturunan Karaeng Tarowang, Pemangku Adat Tarowang Muhammad Arif Karaeng Kulle, serta keturunan Kerajaan Tarowang dari berbagai daerah di Indonesia.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat sambutan di acra penutupan pesta adat jene-jene sappara, di Kabupaten Jeneponto, REabu (23/10/2018)/humasprov

“Ini kita lestarikan kenapa karena ini warisan budaya, tentu dengan memelihara budaya kita, leluhur kita akan tersenyum,” kata Nurdin Abdullah.

Pesta adat ini, menurut NA memiliki kemiripan dengan pesta adat Gantarangkeke di Bantaeng. NA juga menekankan bahwa baik yang ada di Jeneponto dan Bantaeng adalah satu rumpun. Karaeng Bantaeng dan Karaeng Tarowang merupakan satu leluhur.

Iapun memuji kepemimpinan Ikhsan Iskandar yang mampu membawa perubahan di Jeneponto, salah satunya hadirnya pebangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo.

“Mari kita dukung Pak Bupati untuk membawa perubahan, Pak Bupati bisa membawa Jeneponto menjadi sumber energi. Tidak mungkin jadi industri di Bantaeng kalau tidak ada listik Jeneponto,” ujarnya.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat menghadiri pesta adat Jene-jene sappara/humasprov

Saat menjadi Bupati Bantaeng, Ia konsern pada pelestarian dan peninggalan budaya. Hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki bangunan rumah adat Balla Lompoa di Bantaeng, demikian juga Ia harapkan dilakukan pada bangunan adat di Jeneponto.”Ini patut juta kita dorong sampai anak cucu kita mengetahui sejarahnya,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, untuk tahun depan fasilitas di daerah Desa Balangloe Tarowang, termasuk rumah adatnya akan diperbaiki beserta fasilitasnya.

“Supaya nanti semakin banyak yang datang ke sini. Maaf kalau saya lancang Pak Bupati. Inshaallah rumah adat kita perbaiki, saya izin Pak Bupati,” sebutnya.

Semenatara itu, Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar menyebut kehadiran NA sangat tepat. “Karena salah satu keluarga besar Karaeng Bantaeng sudah jadi Gubernur Sulsel. Kami warga Jeneponto, mengucapkan selamat kepada Karaeng Nurdin,” ucapnya.

Jene-Jene Sappara diselenggarakan oleh masyarakat untuk merayakan kemenangan Kerajaan Tarowang atas Karajaan Majapahit.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) hadir menutup acara pesta adat Je’ne-Jene Sappara di Desa Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang, Jeneponto pada Rabu (24/10) sore.

Selain dihadiri Nurdin Abdullah, juga hadir Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulsel Hasan Basri Ambarala yang juga merupakan sesepuh dan juga keturunan Karaeng Tarowang, Pemangku Adat Tarowang Muhammad Arif Karaeng Kulle, serta keturunan Kerajaan Tarowang dari berbagai daerah di Indonesia. (rls)

 

Editor : Andi Amriani

 

 

Leave a Reply