Yuk, Bisnis Kafe Islami? Begini Caranya…

810
Bagikan via

Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas ummat Islam. Sehingga, seharusnya ummat Muslim melihat peluang usaha yang menjanjikan di negara ini. Bayangkan, ketika ummat bersatu membuka peluang usaha dengan penerapan konsep Islami, tentunya konsumen akan merasa nyaman dan aman, tanpa adanya kekhawatiran.

Kafe dengan konsep Islami tentu bisa menjadi pilihan pengusaha Muslim. Seperti yang dilakukan Kafe D’Cappucino di Mesir. Kafe ini menawarkan makanan dan minuman favorit warga Mesir. Yang membedakan kafe ini dengan lainnya ialah pengunjung pria dan wanita tidak bisa duduk satu meja. Mereka juga tidak dihibur oleh alunan musik khas kafe.

Sehingga ketika berkunjung ke kafe ini, jangan berharap menemukan pelayan seksi atau merokok sembari menikmati sajian minuman. Kafe ini pun tutup ketika waktu shalat tiba.

Di Indonesia, bisa saja kafe seperti ini diterapkan. Tak ada yang sulit selama niat kita benar dan ingin membantu agama Allah Ta’ala. Firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surah Al Ankabut ayat 69:

“Orang-orang yang sungguh-sungguh memperjuangkan agama Kami dengan segala penderitaan, niscaya akan Kami bukakan jalan keluar dari kesulitan mereka. Sungguh Allah selalu beserta mereka yang memperjuangkan agama Allah dengan baik.”

Tips Memilih Nama Kafe

Memilih nama kafe juga bisa menjadi bagian yang menyenangkan dari proses start-up ketika mendirikan sebuah usaha. Sebuah nama memiliki kekuatan yang cukup kuat karena nama memiliki pengertian dan perbedaan tersendiri.

Brand sangat mempengaruhi cara pandang konsumen. Biasanya konsumen lebih memilih untuk pergi ke tempat yang sudah dikenal oleh banyak orang dan populer. Oleh karena itu, pilihlah nama atau brand sesuai dengan konsep yang direncanakan.

Walaupun memilih nama merupakan keputusan sederhana namun ini harus menjadi perhatian khusus bagi pemilik kafe. Berikut tips memilih nama kafe sesuai kebutuhan:

1. Pilih Nama Unik dan Mudah Diingat

Pilihlah nama kafe atau brand yang mudah dan unik. Orang akan lebih memilih tempat makan atau persinggahan yang mudah diingat. Selain itu pilihlah nama kafe yang mudah dieja, artinya yang sesuai dengan bahasa negara kita.

2. Ambil Nama Kafe dari Daerah

Alasan mengambil nama dari daerah adalah karena orang Indonesia kaya akan budaya. Salah satu usaha yang mengambil nama khas seperti tahu Sumedang, pempek Palembang, siomay Bandung.

3. Ambil Nama Kafe yang Gaul

Keberadaan kafe targetnya utamanya ialah anak muda. Dalam hal ini pemilik kafe harus menyesuaikan dengan kehidupan anak muda yang gaul. Contoh kafe gaul untuk anak muda seperti Cafe Gravity, Cafe Gurita, dan Cafe Costa Rica.

4. Pertimbangkan Jenis Masakan

Penamaan sebuah kafe mengikuti jenis masakan yang ditawarkan. Item menu yang ditawarkan merupakan salah satu cara berkomunikasi kepada pelanggan.

Penulis: Indrawati

Leave a Reply