Rasakan Sensasi Bulan Madu di “Negeri Atas Awan”

14
Bagikan via

Punya segudang referensi wisata, beberapa pasangan suami istri (pasutri) lebih memilih Pulau Lolai di Tanah Toraja (Tator) sebagai tempat berbulan madu. Wisata yang dijuluki “Negeri di Atas Awan” itu punya daya tarik sendiri bagi pasutri Muhammad Ilham dan Nurqalbi.

Destinasi wisata Laloi memang belum diketahui banyak orang karena keberadaannya baru muncul di antara objek wisata lainnya. Menurut Ilham, pulau Lolai punya keindahan yang istimewa dibanding tempat lainnya.

“Dengan ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, pengunjung bisa menikmati hamparan laut yang tertutup awan,” ujarnya belum lama ini.

Untuk menyaksikan pemandangan negeri di atas awan, pengunjung bisa mengambil posisi di teras rumah adat Toraja dan barisan yang disebut Tongkonan Lempe.

“Di barisan Tongkonan Lempe itulah kita bisa menyaksikan negeri di atas awan. Meski modelnya menggantung, tongkonan itu kuat menahan beban hingga sekitar lima orang,” terangnya.

Tak hanya itu, mata pengunjung di Pulau Lolai akan semakin termanjakan jika menikmati pemandangan di waktu fajar. Sebab, pada waktu itu matahari akan terbit di pagi hari yang otomatis menyajikan sunrise.

Ilham mengatakan, jika ingin menikmati itu, pengunjung bisa menginap dengan menyewa rumah tongkonan milik warga kampung. Penginapan tersebut bisa didapatkan dengan harga yang sangat terjangkau dibandingkan ketika berwisata di tempat lain.

“Rumah tongkonan milik warga belum ditentukan tarifnya. Jadi kalau pintar melobi, kita bisa mendapat harga yang sangat murah dengan fasilitas lengkap,” katanya.

2.000 Wisatawan telah Berkunjung

Meski belum diresmikan oleh pemerintah setempat, Pulau Lolai selalu ramai sejak ditemukan beberapa waktu lalu. Menurut data, “Negeri di Atas Awan” ini ditemukan secara kebetulan saat pemugaran tongkonan sekitar bulan Mei 2016 lalu.

Ilham mengakui, saat memboyong istrinya ke lokasi ini, ratusan wisatawan sudah berada di sana. Ia sendiri mengaku berkunjung di waktu hari kerja. “Saya ke sana saat semua orang sibuk, itu sudah ramai. Apalagi kalau di hari libur, pasti lebih ramai lagi,” jelasnya.

Menurut informasi yang terhimpun, rata-rata 2.000 wisatawan baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke wisata ini. Bahkan, tim paralayang Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah menjadikan Lolai sebagai lokasi berolahraga.

Sementara itu, meski berada di kawasan pelosok, aliran listrik serta elektronik tetap bisa digunakan.
Pulau Lolai berada sekitar 20 kilometer dari Rantepao, Ibu Kota Kabupaten Tator, tepatnya di Kecamatan Kaoalapitu. Tempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.

Untuk sampai ke lokasi tersebut, pengunjung harus berjalan kaki. “Walaupun lelah setelah berjalan jauh, rasa capek terkalahkan dengan keindahan awannya. Pokoknya, hampir semua tempat disitu unik,” ujar pengunjung lain, Fitri Amalia.

Penulis: Neni/Indrawati

Leave a Reply