Mengenal Zainab, Perempuan Quraisy yang Terhormat

103
Bagikan via

Ummul mukminin, Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya`mar adalah putri Umayyah binti Muththalib, paman dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Zainab adalah istri Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam yang taat dalam beragama, wara’, dermawan, dan baik hati.

Pada mulanya nama Zainab adalah Barra’, namun setelah dinikahi oleh Rasulullah namanya diganti menjadi Zainab. Dalam hadits Al Bukhari dan Muslim, dari Zainab binti Abu Salamah, dia berkata, “Namaku adalah Barrah, akan tetapi Rasulullah kemudian memberiku nama Zainab.” (HR Muslim dalam Al-Adab, 14/140).

Zainab termasuk wanita pertama yang memeluk Islam. Allah pun telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk Islam. Selain dikenal dengan ketaatannya ia juga dikenal kecantikan serta termasuk wanita terpandang di Makkah.

Zainab dilahirkan di Makkah dua puluh tahun sebelum kenabian. Ayahnya adalah Jahsy bin Ri’ab. Dia tergolong pemimpin Quraisy yang dermawan dan berakhlak baik. Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga yang terhormat. Sehingga tidak heran jika orang-orang Quraisy menyebut Zainab sebagai perempuan Quraisy yang cantik.

Setelah dewasa, Nabi Muhammad bermaksud untuk menikahkan Zaid dengan sepupunya yang bernama Zainab binti Jahsy. Namun, lamaran Nabi Muhammad untuk Zaid ditolak oleh Zainab. Setelah itu, turun ayat 36 surat Al-Ahzab yang melarang laki-laki dan perempuan mukmin menentang keputusan Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian, Zainab tidak mampu menolaknya. Akhirnya, Zaid menikah dengan Zainab.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS al-Ahzab: 36).

Dinikahi Zaid bin Haritsah

Zaid adalah salah seorang hamba sahaya milik Khadijah binti Khuwailid. Ketika Rasulullah menikahi Khadijah, Rasulullah memberikan nikmat kepada Zaid bin Haritsah dengan keislamannya serta nikmat kebebasan. Tak hanya itu, ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau mempersaudarakan Zaid bin Haritsah dengan Hamzah bin Abdul Muththalib.

Ketika di Madinah Rasulullah meminang Zainab binti Jahsy untuk Zaid bin Haritsah. Awalnya, Zainab menolak menikah dengan Zaid. Sampai akhirnya Rasul menasihati dan menerangkan kedudukan Zaid. Akhirnya Zainab menikah dengan Zaid atas perintah Allah dalam QS Al Ahzab: 36.

Pernikahan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia, kecuali dalam ketakwaan dan amal perbuatan yang baik. Pernikahan yang terjadi antara Zaid dan Zainab bertujuan menghilangkan tradisi jahiliyah yang senang membanggakan diri dan keturunan.

Haripun berlalu, Zaid menghadap Rasulullah untuk menjelaskan keadaan rumah tangganya yang kurang harmonis. Rasulullah menyuruhnya untuk bersabar, dan Zaid pun mengikuti nasihat beliau. Akan tetapi, ia kembali menghadap Rasulullah dan menyatakan bahwa dirinya tidak mampu lagi hidup bersama Zainab.

Mendengar itu, Rasul bersabda, “Pertahankan terus istrimu itu dan bertakwalah kepada Allah.” Kemudian beliau mengingatkan bahwa pernikahan itu merupakan perintah Allah. Zaid berusaha menenangkan diri dan bersabar, namun akhirnya terjadilah talak.

Keistimewaan Zainab binti Jahsy

1. Istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul Nabi, yaitu pada tahun kedua puluh hijriyah, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dan dalam usianya yang ke 53.

2. Tempat berlindung bagi orang-orang miskin. Ketika Zainab meninggal dunia, ia tidak meninggalkan warisan sedikit pun, meski hanya uang satu dirham atau satu dinar. Semua hartanya sudah disedekahkan di jalan Allah.

3. Zainab bisa menyamak kulit serta menenun kain sutra, hasilnya dijual dan disedekahkan.

4. Rasulullah sangat menyukai sifat-sifat mulia Zainab. Nabi kagum dengan ketekunannya menunaikan shalat malam dan kekuatannya yang selalu berinteraksi dengan Allah.

Penulis: Indrawati

Leave a Reply