Usia 40 Tahun, Hati-hati Puber Kedua

135
Bagikan via
ilustrasi/foto orami

Fase puber kedua biasanya dialami oleh orang yang sedang berada pada puncak kesuksesan. Di usia 40 dengan karir yang cemerlang kerap memicu seseorang untuk mendapatkan perhatian lebih.

Ini sebenarnya merupakan fenomena psikologis dimana ego seseorang itu akan meningkat. Jadi bukan pada hormon, makanya di dunia medis istilah puber kedua ini tidak ada.

Menyikapi kemungkinan terjadinya puber kedua, Penulis buku jangan jatuh cinta tapi bangun cinta, Setia Furqon ketika berkunjung ke Makassar tahun 2017, sempat dimintai komentarnya tentang puber kedua.

Ia menyarankan untuk tetap menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan. “Keterbukaan itu penting, jujur ke pasangan akan menjadi kunci kerhamonisan dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga dan menghindari adanya perselingkuhan puber kedua,” katanya.

Ingat, Jaga Hati !

Puber kedua merupakan hal yang alamiah yang dirasakan seseorang
setelah menginjak usia 40 keatas. Kondisi ini tentunya bukanlah hal baik
dan juga bukan hal yang buruk dalam kehidupan seseorang terutama bagi
mereka yang berkeluarga.

Kondisi psikologi tersebut menjadi tantangan menjaga keharmonisan rumah tangga.

Dalam  islam sudah menjelaskan secara jelas bahwa nafsu bukanlah
hal yang baik untuk dituruti, seperti halnya puber kedua.

Jika ini terjadi, solusi terbaik yakni menjaga agar hati hanya untuk hal yang dibenarkan.

Sejatinya rumah tangga adalah cara Allah mengajarkan
saling mengasihi terhadap hal yang sah, meski diterjang oleh berbagai
persoalan sebisa mungkin untuk saling mendukung dan menguatkan.

Intinya saling percaya dan saling mendukung satu sama lain, jika ini
masih ada, Insya Allah tidak ada hal yang sulit untuk dilewati
bersama keluarga.

Editor  : Andi Amriani

 

Leave a Reply