Pemprov – UGM Teken MoU Bidang Pendidikan

106
Bagikan via
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tandatangani kerjasama dengan pihak UGM Yogyakarta /humasprov

MAKASSAR — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menandatangani nota kesepahaman antara Pemprov SulGubernisel dengan UGM, bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Silaturahmi bertajuk UGM Menyapa Alumni Provinsi Sulawesi Selatan dengan tema “Membangun Sinergitas UGM, Pemda dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sulawesi Selatan Untuk Mengembangkan Potensi Daerah.

Nurdin Abdullah dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangganya dengan hadirnya Rektor UGM dan jajaran beserta para alumni di Sulsel.

“Saya mengapresiasi UGM yang telah melahirkan banyak pemimpin, bangsa dan instansi. Diantaranya, Pak Jokowi, di Sulsel juga melahirkan Rektor UNM (Husain Syam), ini mereka orang-orang hebat,” sebut Nurdin Abdullah, di acara perjamuan makan malam di Taman Lakipadada Rujab Gubernur, Jumat (19/10/2018).

 

Foto bersama usai penandatanganan kerjasama antara Pemprov Sulsel dan UGM/humasprov

Bagi Nurdin Abdullah, mahasiswa UGM adalah mahasiswa yang aktif dan inovatif. Banyak karya yang mereke ciptakan, diantaranya, sumur irigasi.

Ia juga berharap, Pemprov dan UGM bisa bersinergi bidang penelitian. Pemprov Sulsel memiliki bagian Litbang, yang tentu diharapkan bisa menjadi pendorong inovasi di daerah.

“Saya kira, apa yang ditandatangani tadi, bisa kita wujudkan dalam kerja yang lebih konkrit dan bisa menghasilkan sebuah kerjasama yang saling menguntungkan,” sebutnya.

Sementara itu, Panut Mulyono, mengucapkan selamat atas jabatan yang diamanahkan kepada Nurdin Abdullah sebagai gubernur.

Panut, mengatakan UGM sangat bangga pada alumninya selalu kompak dan menyatu dimana pun mereka berada. Salah satu kekuatan alumninya adalah sikap yaitu guyub (menyatu/rukun). UGM selalu berusaha sekuat tenaga agar kontribusinya sebagai besar bagi bangsa Inddonesia.

“Dukungan alumni pada UGM adalah mutlak, tidak ada perguruan tinggi di seluruh dunia maju tanpa dukungan alumninya,” paparnya.

Pada kesempatan ini mereka juga memberikan bantuan kepada korban bencana Palu, Sigi dan Donggala sebesar Rp50 juta. Terdapat 200 mahasiswa dari Sulteng dan NTB yang ada di UGM mereka dibebaskan biaya uang kuliah tunggal (UKT). (Rls).

Editor : Andi Amriani

Leave a Reply