Berani Poligami, Berani Berbuat Adil

171
Bagikan via
Ilustrasi/foto voa islam

Berbicara tentang poligami, tentu saja ada yang setuju dan tidak. Tindakan ini biasanya mendapat kritikan dari beberapa perempuan, yang tidak setuju dengan poligami. Meskipun mereka tahu, poligami dibenarkan dalam islam.

Poligami merupakan  sistem perkawinan atau menikahi lebih dari satu wanita.

Poligami yang aslinya sangat sederhana, pun dibuat jadi rumit bin ribet plus berbeli-belit oleh orang-orang yang tak paham mengenai hukum poligami dalam islam.

Menurut ustazah Nurhayati poligami merupakan sebuah pilihan seseorang,   artinya secara agama memang di perbolehkan namun ketika aturan Allah telah dibuat, kembali lagi dengan individu masing-masing, sebab merupakan pilihan.

“Adil dalam poligami maka harus dipahami benar dengan konsep adil itu sendiri, karena selama ini banyak beberapa orang berfikir bahwa konsep adil itu sama halnya dengan yang diperolehnya. Namun seharusnya adil itu yang sifatnya profesional sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.

Jika konsep adil saja sudah salah dipahami dalam pemikiran maka orang yang melakukan poligami juga akan sulit menemukan keadialn dalam kehidupan. Poligami yang adil adalah poligami yang dibenarkan di dalam Islam,” jelasnya.

Jika seorang pria yang sudah mulai melakukan poligami harusnya tingkat ketakwaannya semakin bertambah dan meningkat karena jika tanggung jawab makin bertambah maka akan lebih dekat dengan Allah Ta’ala

Nurhayti juga mengatakan bahwa Pemahaman menjadi landasan seseorang untuk melakukan sebuah amalan, ketika Amalan dilakukan tanpa didasari pemahaman maka tidak ada Keikhlasan.

Jadi harus dibenarkan dahulu pemahannya tentang Agama jika sudah siap di pologami. Hanya Wanita pilihan Allah jika siap berpoligami.

“Bagi seorang pria yang berniat poligami maka haruslah dapat menjaga para istri-istrinya,” jelasnya.

 

Beberapa hal yang perlu dipahami

  1. Pastikan dengan Keluarga

Seorang Pria yang akan melakaukan poligami maka harus pastikan bahwa Istri, anak, dan keluarganya sudah dikondisikan. Karena ini sifatnya sharing (Berbagi), Ketika orang yang memiliki sesuatu lalu ingin dibagi, ini membutuhkan kondisi psikologis yang tidak mudah.

  1. Mendidik Isri-Istrinya

Seorang yang melakukan poligami di dalam keluarganya maka mempunyai kewajiban untuk menjaga perasaan dan mendidik dengan benar para istrinya.

  1. Menanamkan bukan konsep persaingan tapi bagaimana konsep Ta’un dan Takaful saling tolong menolong dan saling membantu berkerja sama dalam rumah tangga.
  2. Kesepakatan bersama

Di dalam poligami maka harusnya ada kesepakatan bersama antara suami dan para istrinya agar tidak ada yang merasa tidak teradili.

  1. Komunikasi secara terbuka

Bukan hanya para pria yang hanya menjaga perasaan para istri-istrinya, perempuan yang sudah ingin dan siap dengan poligami seharusnya punya visi dan misi yang baik dan benar sesuai ajaran islam.

 

Editor : Andi Amriani

,

 

 

 

Leave a Reply