Relawan Gabungan Sasar Daerah Terpencil di Palu

102
Bagikan via
Relawan gabungan FTI UMI Makassar dan FTI Yogyakarta/foto istimewa

MAKASSAR– Pasca gempa dan tsunami yang melanda tiga daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng), masih saja menyisahkan pengungsi yang belum mendapatkan bantuan. Seperti beberapa desa terpencil, masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut belum tersentuh bantuan, baik berupa pakaian, makanan maupun dana.

Sejak terjadinya gempa, bantuan dan relawan berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, khusus untuk daerah terpencil seperti desa tapanggeli, pinembani, donggala palu dan donggala saigi akses menuju lokasi terputus. Sehingga reawan kesulitan sampai ke lokasi tersebut.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah tim relawan gabungan dari mahasiswa FTI UMI Makassar, FTI UGM Yogyakarta, berusaha menembus desa yang jaraknya sangat jauh dari kota Palu, didampingi Kapolres Donggala.

Dekan FTI UMI Zakir Sabara menjelaskan, tim gabungan relawandan tim kesehatan dari KNPI Sulsel menembus desa Tinggewale, kec Pinembani, kab Donggala, Tepat pukul 17.00 WITA, dipimpin langsung Kapolres Donggala.

Penyaluran bantuan selanjutnya dikawal dan diantar oleh Anggota Brimob Polda Sulbar, Anggota Polres Donggala Sulteng, masing masing tim membawa berbagai paket bantuan.

Lanjut Zakir Sabara, data warga di lokasi tersebut mayoritas 99% non muslim dan terdiri dari sembilan dusun.  Saat tiba disana ada 300 jiwa yang mengungsi, dan tim KNPI hanya berhasil memeriksa 150 orang.

Dia juga mengatakan, saat itu hujan mengguyur Palu, dan  akibat hujan deras masih terisolasi pasca gempa akibat akses jalan terputus.

“Gabungan tim ini merupakan tim relawan pertama yg bisa tembus ke daerah tersebut karena terputusnya akses jalan,” jelasnya.

 

Laporan : Gusty

Editor    : Andi Amriani

 

Leave a Reply