Metode Spider MARS Diadopsi Taman Nasional se Indonesia

317
Bagikan via

PANGKEP — Program restorasi terumbu karang yang dilakukan oleh Mars Indonesia dinilai sukses dalam memulihkan karang-karang yang rusak di Pulau Badi dan Pulau Bontosua, Pangkep, Sulawesi Selatan. Metode ini dikenal dengan Mars Coral Spiders atau Laba-laba MARRS (Mars Accelerated Coral Reef Rehabilitation System).

Struktur koral berupa rangka laba-laba digunakan untuk mencangkok terumbu karang yang berbentuk seperti laba-laba.

Upaya pemulihan model ini hasilnya sangat memuaskan, karena mampu menstabilkan terumbu karang, membatasi reruntuhan karang dan menyediakan dasar untuk pemulihan habitat. Keragaman hayati karang terbukti meningkat secara alami dari waktu ke waktu.

Alhasil, Direktorat Kawasan Konservasi (KK), Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Mars Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan transplantasi karang dengan metode rangka laba-laba (spider), di Makassar dan Pulau Badi Pangkep, 15-17 Oktober 2018.

Sebanyak 38 orang mengikuti pelatihan ini, terdiri atas 30 orang dari Balai Besar/Balai Taman Nasional dan Balai Besar/Balai KSDA terkait di seluruh Indonesia dan delapan orang lainnya dari Subdit Pemulihan Ekosistem Kawasan Konservasi.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia staf Taman Nasional khususnya terkait transplantasi terumbu karang.

Mars Indonesia berkontribusi menyiapkan tenaga pelatih, materi pelatihan dan fasilitas sarana prasarana transplantasi karang di Pulau Badi.

Corporate Affairs Director Mars Indonesia, Arie Nauvel Iskandar, mengaku kegiatan ini merupakan perwujudan kerjasama dengan Pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan laut melalui restorasi terumbu karang.

Pada Pelatihan ini, Mars memperkenalkan metode restorasi terumbu karang dan kegiatan restorasi terumbu karang yang dilakukan oleh Mars.

“Mars Sustainable Solution memahami kondisi karang yang ada di Coral Triangle yang sudah memprihatinkan, oleh karena itu kami senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan terkait restorasi karang,” katanya.

Editor: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply