Takalar Kekurangan Air Bersih, Begini Reaksi Bupati

175
Bagikan via

TAKALAR–Kemarau panjang yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, berdampak pada kurangnya air bersih sehingga banyak masyarakat yang mengeluh.

Di Kabupaten Takalar Sulawesi-Selatan, setiap tahun di musim kemarau cadangan air semakin menipis. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan kebutuhan pokok tersebut.

Untuk mengatasi kekurangan air tersebut, Bupati Takalar Syamsari Kitta menginstruksikan kepada BPBD Kabupaten Takalar bekerjasama dengan PDAM dan DAMKAR, segera membantu masyarakat.

Ketiga instansi yang disebut di atas segera mengambil langkah-langkah taktis mendistribusikan air bersih dengan menggunakan mobil tangki.

“Pendistribusian harus dilakukan secara efisien dan merata ke wilayah yang memang sangat membutuhkan air bersih tersebut,” katanya, Rabu (18/10/2018). Kecamatan yang di maksud bupati yakni, kecamatan Mangarabombang dan Mappakasunggu.

Lebih lanjut mantan anggota DPRD Sulsel ini menjelaskan, langkah awal yang dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih berkepanjangan yakni dengan program wakaf sumur.

Wakaf sumur semacam program donasi untuk menyelamatkan masyarakat dari krisis air. Pendistribusiannya melalui mobil tangki.

“Pendistribusian ini harus benar-benar secara efektif dan efisien karena melihat kondisi fasilitas, mobil tangki yang dimiliki oleh PDAM dan BPBD serta DAMKAR sudah tua sehingga memerlukan kehati-hatian dalam pengoperasiannya,” katanya.

Sementara itu, Dirut PDAM Takalar Jamaluddin Dg Nombong mengakui saat ini PDAM kekurangan air yang diakibatkan karena faktor alam yaitu musim kemarau.

“Debit air yang sangat kurang di musim kemarau ini, mengharuskan kami bekerja keras, bahkan sampai malam menjaga air yang masuk ke sumur penampungan PDAM, laluu mengolahnya,” katanya. (Rls)

Editor. : Andi Amriani

Leave a Reply