Nyaman dan Cantik Saat Walimah

766
Bagikan via

Sesungguhnya Islam telah memberikan tuntunan kepada pemeluknya yang akan memasuki jenjang pernikahan, lengkap dengan tata cara atau aturan dari Allah Ta’ala.

Pernikahan merupakan suatu momen sakaral bagi calon pengantin. Oleh karena itu jangan heran jika pada saat prosesi walimah, calon pengantin akan tampil sempurna. Mulai dari make up, akesoris, juga busana yang mereka kenakan.

Saat ini busana pengantin yang lebih syar’i dan islami mulai diminati oleh para hijabers dan para wanita Muslimah Indonesia, khususnya digunakan untuk momen hari bahagia. Dengan memakai pakaian syar’i, para wanita hijab tidak perlu lagi repot-repot memodifikasi gaun pengantin muslimah atau kebaya pengantin muslimah sehingga cocok untuk dikenakan.

Memilih kebaya pengantin untuk muslimah, tentunya tak hanya memperhatikan kecantikan dan keindahan, tetapi juga harus sesuai dengan syariat. Jadi harus disesuaikan dengan aturan agama, yakni menutupi seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.

Cerdas Pilih Baju Pengantin

1. Menutup Aurat

Menutup aurat adalah persyaratan utama bagi wanita. Jilbab atau kerudung yang digunakan saat menikah dianjurkan menghindari punuk unta. Tak hanya itu pilihlah kebaya yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh.

2. Kerudung Sesuai Syariat

Kerudung yang dipakai dalam pernikahan tetap harus sesuai tuntunan yaitu menutupi dada. Usahakan tidak melilitkan banyak kerudung yang akan membuat kita tidak nyaman, malah cenderung bertabaruj. Lebih baik jika pengantin wanita tidak menggunakan aksesoris yang berlebihan karena kebanyakan hiasan menimbulkan rasa tidak nyaman untuk pengantin wanitanya, mudah pusing dan lelah.

3. Hindari Model Punuk Unta

Sampaikan kepada perias apa yang diinginkan. Kadang hal ini jarang diperhatikan oleh para muslimah dan perias, mungkin karena kurang pengetahuan atau merasa dengan model seperti itu justru bagus untuk dikenakan saat walimah.

4. Gunakan Bahan Penyerap Keringat

Dalam acara pernikahan, tentunya suasana panas dan ramai selalu beriringan. Pengantin sebaiknya menggunakan pakaian yang longgar dan tidak menunjukkan lekuk tubuh. Gunakanlah bahan yang menyerap keringat. Ada kalanya agar terlihat cantik, manis, serta anggun kita memakai pakaian berupa brokat/tile namun untuk baju dalam atau puring, pakailah bahan tebal agar tidak transparan.

5. Warna Matching

Mengenakan busana muslim harus matching dengan pasangan. Selain itu, aksesoris yang paling utama adalah sikap dan tingkah laku. Sebaik dan sebagus apapun busana pengantin yang dipakai, namun jika hal itu kontras dengan sikap dan tingkah laku maka akan mengacaukan segalanya.

6.Pakaian tidak Menjuntai ke Belakang

Model pakaian baju pengantin beraneka ragam. Namun untuk model pilihlah yang tidak menjuntai kebelakang. Karena disamping merepotkan, model ini sangat tidak disarankan karena menyerupai ummat lain yang sering memakainya di acara pernikahan mereka (lihat pernikahan di gereja).

Leave a Reply