Ibu, Ajari Anakmu Tanggung Jawab!

91
Bagikan via

Kesalahan dalam mendidik anak bisa berakibat fatal terhadap kebiasaan, pola hidup, dan karakter anak. Tanggung jawab adalah poin penting yang harus dimiliki seseorang dalam hidupnya. Orang lain akan menghargai bila seseorang dikenal sebagai pribadi yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, perkara tanggung jawab harus diberikan kepada si kecil sejak ia mulai memahami perkataan.

Secara psikologis, anak-anak berada pada usia emas dimana ia dapat menyerap banyak sekali informasi dan pelajaran baru. Pada fase kehidupan inilah, seorang anak juga akan mempelajari siapa dirinya dan meniru apa yang dilakukan oleh orang lain yang ada di dekatnya. Maka, apa yang diajarkan pada buah hati akan menentukan bagaimana ia bersikap saat dewasa.

Kadar tanggung jawab yang diberikan kepada si kecil berbeda-beda, tergantung stimulasi sejak kecil. Ada anak yang mempunyai rasa tanggung jawab “sekadarnya” alias yang penting tugas yang dibebankan padanya selesai, tapi ada juga anak-anak yang sangat berdedikasi dengan tanggung jawabnya, sehingga tugas dan kepercayaan yang diberikan padanya akan dikerjakan semaksimal mungkin. Disinilah bentuk tanggung jawab orangtua dalam menjaga dan mendidik sang buah hati.

Tips Didik Si Kecil

1. Beri Beberapa Tanggung Jawab

Ketika anak sudah bisa memahami perkataan, mulailah mengajarkan tanggung jawab. Minta si kecil mengembalikan mainannya ke tempat penyimpanan sebagai awal didikan baginya.

2. Ajarkan Mengambil Keputusan

Memberi anak kesempatan untuk membuat beberapa pilihan sendiri akan mengajarinya tanggung jawab.

3. Latihlah Menjalankan Tugas

Satu-satunya cara untuk menguasai keahlian ialah melalui praktek. Dengan membiarkan si kecil menangani tugas sesuai dengan usianya, seperti berpakaian atau menyelesaikan PR, maka akan membantunya lebih mandiri.

4. Memberi Contoh Baik

Tanggung jawab orangtua adalah memberikan contoh baik di mata si kecil. Selalu menepati janji yang telah diucapkan kepada si kecil, juga merupakan cara memberi contoh kepadanya.

5. Manfaatkan Buku

Buku cerita anak banyak mengandung pesan. Jadi, ketika ada waktu untuk membacakan cerita, pilihlah buku yang menggambarkan tanggung jawab. Pilih juga buku dengan karakter tokoh dan setting menarik untuk dapat menarik perhatiannya.

6. Dukung Lewati Situasi Sulit

Naluri utama orangtua ialah mengarahkan dan melindungi anak ketimbang mengatakan apa yang harus dia lakukan secara lugas. Lebih baik berikan bimbingan melalui proses hingga kesimpulan yang dibuatnya sendiri. Ajukan pertanyaan dan dorong si kecil untuk berpikir dengan dukungan Anda.

Penulis: Indrawati

Leave a Reply