Roro Fitria Tak Berdaya di Pusara Ibunya

180
Bagikan via
Roro Fitria di ruang sidang/foto INT

JAKARTA—Hati siapa yang tidak merintih jika orang yang melahirkannya di panggil sang khalik. Lebih sakit lagi, jika tidak bisa mendampingi saat-saat terakhirnya dan hanya menerima kabar duka. Seperti itulah yang dirasakan Roro Fitria, perempuan kelahiran Yogyakarta 29 Desember 1989 ini, sangat terpukul saat mendengar kabar ibunya telah pergi untuk selama-lamanya.

Sang ibu meninggal di rumah sakit Fatmawati Jakarta, Senin (15/10/2018), sementara Roro masih berada di balik terali besi. Saat jenazah ibunya diberangkatkan ke Yogyakarta, Roro belum juga mendapatkan izin untuk melihat ibunya, bahkan hingga jenazah Raden Winiangsih Yulianti, sudah di sembahyangkan, artis yang juga pembawa acara ini belum juga tiba di rumah sakit.

Air matanya pecah, saat ia diberi izin berangkat ke Yogyakarta didampingi empat orang dari kejaksaan dan rutan. Pastinya ia tidak sabar sampai ke Yogya dan memeluk tubuh ibunya untuk terakhir kali.

Roro yang selama ini berada di Rumah Tahanan Pondok Bambu, hanya melihat ibunya beberapa kali saat menghadiri sidangnya. Terakhir kali, ketika pembacaan tuntutan, Ibu Roro hadir dan menangis ketika anaknya pingsan di pengadilan.

Tiba di pemakaman Beran Mergodadi Seyegan, Roro memeluk pusara ibunya, air matanya pecah, sambil teriak, mama. Roro berdoa untuk mamanya, air matanya semakin deras membasahi pakaian serba hitam yang membalut tubuhnya. Setelah, itu Roro kembali ke Jakarta untuk menghadiri sidang.

 

Penulis : Andi Amriani

Dari berbagai sumber

Leave a Reply