Menteri Hanif Bekali 1040 Alumni BLK Makassar Sertifikat Kompetensi

176
Bagikan via

MAKASSAR — Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri menyerahkan sertifikat kompetensi kepada 1040 siswa tahun 2018 dari 12 kejuruan yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar, Jalan Taman Makam Pahlawan, Rabu (17/10/2018).

Direktorat Jendral Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio dalam laporan penyelenggara, mengatakan, pemberian sertifikat sebagai wujud dan bukti kompetensi kepada para alumni yang sap menjajaki dunia kerja.

Sementara itu, Menteri Hanif mengatakan, sertifikat kompetensi berberbeda dengan pelatihan. Sertifikat kompetensi diakui oleh industri dan dunia usaha. Sehingga dibutuhkan uji kompetensi.

Persolaan bidang ketenegakerjaan dari hari ke hari semakin baik, meski diakui Menteri Hanif juga menghadapi tantangan seperti masalah kemiskinan. Ditambah masalah pengangguran serta pekerja miskin.

Dikatakan, Indonesia 58 persen angkatan kerja hanya lulusan SD dan SMP dari 133 juta orang angkatan kerja.

“Kita ingin memastikan warga Indonesia memiliki keahlian untuk perlindungan masa depan mereka. Terlindungi karena miliki kemampuan kerja,” sebutnya.

Dunia kerja juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, terutama teknologi informasi, jika teknologi berubah maka industri akan berubah.

“Serta Industri yang berubah mempengaruhi hadir atau hilangnya jenis pekerjaan,” tandasnya.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang turut mendampingi Menteri Hanif, menyampaikan, program ini sangat dibutuhkan dunia usaha, agar mendapatkan tenaga terampil yang siap bekerja.

Ia juga menyampaikan, kepada menteri, bahwa Smelter di Bantaeng juga sudah beroperasi dan melakukan ekspor lima kali, industri ini merekrut tenaga-tenaga terampil dari BLK.

“Ini adalah langkah yang dibutuhkan untuk pemenuhan tenaga kerja,” sebut NA.

Pemerintah mendorong pelatihan berbasis kompetensi untuk memberikan keahlian kepada warga. Selain itu, bagi yang memiliki skill (keahlian) untuk dapat meningkatkan kemampuannya melalui kebijakan upskillnya dan meminta BLK untuk membuka fasilitas tersebut. Serta Reskilling adalah merubah keterampilan sesuai dengan kebutuhan kerja. (rls)

Editor: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply