MEMPRIHATINKAN! Bupati Bekasi Kini Kenakan Rompi Tahanan

135
Bagikan via
Bupati Bekasi Neneng Hassanah /foto by linetoday

JAKARTA–Neneng Hassanah Yasin, menjadi Bupati Bekasi tahun 2012-2017 bersama Rohim Mintareja sebagai wakil bupati. Tahun berikutnya ia berhasil mempertahankan kursinya dengan suara terbanyak pada pemilihan bupati 2017-2022 berpasangan dengan Eka Supria Atmaja.

Pada periode kedua kepemimpinannya ini, Neneng melanjutkan program unggulannya yakni kesejahteraan masyarakat. Seperti yang diketahui, pada periode pertama, bupati kelahiran Jawa Barat 23 Juli 1980 ini menggenjot pembangunan infrastruktur.

Menjadi pemimpin di Kabupaten Bekasi yang jumlah penduduknya terbanyak diantara daerah-daerah lain di Indonesia, juga sebagai kawasan Industri yang letaknya berada diantara dua kota besar yakni Jakarta dan Bandung.  Hal ini tentunya memberikan tugas berat bagi seorang memimpin.

Jelang akhir tahun 2018, atau setahun kepemimpinan Neneng sebagai Bupati pada periode kedua ini, ia dihadapkan pada kenyataan pahit. Senin malam,(15/10/2018) ia di jemput oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)untuk dimintai keterangan terkait terkait dugaan suap pembangunan Meikarta.

Perempuan berusia 38 tahun itu, saat di jemput KPK menggunakan kaos lengan panjang  hijau muda, celana panjang hitam dipadukan jilbab segi empat motif bunga berwana hijau tua. Berjalan masuk ke kantor KPK, ia terlihat santai dan tenang.

Usai diperiksa, Neneng keluar ruangan menggunakan rompi tahanan warna hijau. Sejumlah wartawan menghampiri dan mengajukan beberapa pertanyaan. Ia terlihat terkejut dan hanya diam.

Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dimintai komentarnya sejumlah awak media, ia mengatakan, Neneng akan ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di K4. Neneng ditahan kasus dugaan suap dalam memberikan izin pembangunan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi, Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.

Selain itu,  Billy Sindoro, Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group.

 

Penulis : Andi Amriani

Diolah dari berbagai sumber

Leave a Reply