Dinkes Makassar: Tidak Imunisasi MR, Bahayanya Ancam Anak Lain

168
Bagikan via
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin saat memberikan sambutan pada Sosialisasi lanjutan Imunisasi MR ke 50 sekolah se Kota Makassar, di Hotel Claro, Selasa (16/10/2018). Foto: Dok. Timurindonesia.com

MAKASSAR – Dinas Kesehatan Kota Makassar tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakat untuk Imunisasi Measles Rubella (MR). Betapa tidak, jika imunisasi ini tidak mampu mencapai target 95 persen dalam sebuah wilayah, maka dipastikan virus MR sangat mudah menyerang sistem immun tubuh warga lainnya, termasuk mereka yang telah diimunisasi.

Imunisasi MR adalah salah satu jenis imunisasi yang dapat memberi atau meningkatkan kekebalan terhadap penyakit Infeksi menular Campak dan Rubella yang dapat menyerang anak dan orang dewasa yang belum diimunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dr Naisyah Tun Azikin menyampaikan, Imunisasi MR harus segera mencapai target cakupan, sebab bilamana cakupannya tidak tercapai, maka dipastikan kekebalan komunitas yang terbentuk tidak mampu menahan paparan virus MR yang bisa menyerang kapan saja.

Hal ini disampaikan di hadapan 50 sekolah di Kota Makassar, pada Mid Term Review Kampanye Imunisasi MR Fase II Tahun 2018 di Sandeq Ballroom, Claro Hotel, Selasa (16/10/2018).

Sekolah tersebut merupakan sejumlah sekolah Muhammadiyah yg masih menunda pelaksanaan Imunisasi MR serta beberapa sekolah dengan cakupan imunisasi yang masih rendah.

50 Sekolah di Kota Makassar hadiri sosialisasi lanjutan Imunisasi MR di Hotel Claro Makassar, Selasa (16/10/2018). Foto: Dok.Timurindonesia.com

“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada  bapak dan ibu atas kehadirannya. Kami sangat berharap kerjasama dan partisipasi aktif  untuk menyukseskan pelaksanaan Imunisasi MR, sehingga mencapai target 95 persen,” ungkap Naisyah dalam sambutannya.

Berdasarkan data yang telah dihimpun Dinas Kesehatan Kota Makassar hingga 15 Oktober 2018, hasil dari cakupan pelaksanaan Imunisasi MR Kota Makassar saat ini baru mencapai 69,90% dari target 95%. Olehnya, untuk mencapai target tersebut Dinkes Makassar lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Kementrian Agama Kota Makassar, Puskesmas dan Kader Posyandu.

“Capaian ini harus bisa kita capai sesegera mungkin, karena dari pusat masih memberi waktu hingga 31 Oktober mendatang,” kata Naisyah.

Sejauh ini, pelaksanaan Imunisasi MR phase II telah dilaksanakan sejak Agustus di berbagai sekolah, kemudian dilanjutkan di tatanan mayarakat pada September lalu melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Puskesmas dan rumah sakit. Sasarannya ialah anak berusia Sembilan hingga 15 tahun.

Terkait masalah yang ditemui Dinkes Makassar, meski door to door telah dilakukan kader bersama pihak puskesmas agar target tercapai, ialah lantaran Fatwa MUI terkait imunisasi ini masih sebatas mubah sehingga beberapa pesantren tetap ada yang menolak.

“Imunisasi MR termasuk darurat yang harus segera diberikan kepada anak yang menjadi kelompok sasaran,” tandas Naisyah.

Ini juga diakui Kepala UPTD Puskesmas Pertiwi, Dr Hj Elvira Azindar. Dikatakan, salah satu penyebab puskesmasnya belum mencapai sasaran karena banyaknya berita hoax yang tersebar, sehingga orangtua sang anak banyak yang menolak anaknya diimunisasi.

“Padahal sayang sekali jika tidak diimunisasi, karena ini sebagai upaya  menghindari penyakit berbahaya pada anak. Umpamanya 10 anak yang tidak diimunisasi, maka bisa menular kepada anak-anak yang telah diimunisai,” jelasnya.

 

Laporan: Andi Gustiani

Editor: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply