Atraksi Sukhoi Memukau Masyarakat di Pembukaan F8

53
Bagikan via
Suasana Makassar Internasional Eight Festival (F8) di Anjungan Losari, Rabu (10/10/2018)/foto dok.

Senja itu, ada atraksi spektakuler dari dua sukhoi di langit losari. Lokasinya di Jl Penghibur Makassar. Masyarakat berbondong-bondong memadati lokasi pelaksanaan even tahunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar International Eight Festival (F8).

Even yang sejak beberapa bulan lalu telah mencuri perhatian masyarakat ini, telah dirancang semeriah mungkin. Mulai dari penataan kursi, panggung ditata berbentuk huruf  F dan angka 8, Kursi-kursi diatur mengelilingi panggung.

Pengunjung yang datang bukan hanya warga Maassar tetapi juga dari berbagai daerah, baik dari Sulsel maupun dari provinsi lain. Selain itu, pemerintah bahkan mengundang sedikitnya 18 perwakilan dari negara lain.

Sejak pukul 16.00 wita, sudah banyak warga yang mendekati lokasi acara. Ada berbagai pertunjukan sore itu, Rabu (10/10/2018). Salah satunya atraksi tiga pesawat sukhoi milik TNI AU Lanud Hasanuddin Makassar.

Atraksi ini sungguh memukau warga. Dua pesawat terlihat sangat dekat, tidak heran hampir semua yang ada di area Anjungan berusaha untuk mengabadikan dengan ponselnya.

Teriakan dan tepuk tangan terdengar riuh dari pengunjung, ketika menyaksikan  dua orang terjun membawa bendera bertuliskan Eight Festival.

Kepala Staf Angkatan Udara  Lanud Hasanuddin Letnan PNB Fajar Sidik menjeaskan,  pada fly pass kali ini pesawat Sukhoi di terbangkan langsung dari Lanud Sultan Hasanuddin dan diawaki oleh The Thunder  sebutan dari para penerbangan Skadron Udara  11 yang sampai saat ini telah mencapai urutan ke 160.

“Dua sukhoi beberapa saat yang lalu telah mengudara dan sekarang sudah berada di Holding point yang berada di sisi kanan podium,” katanya saat dimintai komentarnya.

Lanjutnya, bertindak sebagai Thunder 1 adalah Kapten PNB M.Idris Kurniawan dengan call sign Spartan, yang merupakan Alumnus AAU Tahun 2007 dan Mayor PNB I Gusti Ngurah Sorga Laksana, alumnus tahun 2002.

 

Laporan : Gusti

Editor    : Andi Amriani

 

Leave a Reply