Gunakan JNE Kembangkan Bisnis, Untung Tak Terbendung

288
Bagikan via
Pdokroduk jualan /dok

Sukses menjalankan bisnis tidak mudah dan juga tidak begitu sulit, kuncinya harus memiliki kemauan dan kerja keras. Sebab dalam memulai satu usaha pastinya menemui beberapa kendala, yang kadang-kadang membuat seorang pebisnis jatuh bangun.

Jika pada saat kendala itu tidak menemui titik temu maka usaha yang dibangun akan kandas. Nah, dalam kondisi seperti inilah, semangat harus dipertahankan jika tidak, maka perjalanan bisnis akan sia-sia.

Seperti halnya Pinky, perempuan muda yang memulai usahanya tahun 2016 ini harus melalui berbagai rintangan untuk bisa berhasil seperti saat ini.

Beberapa tahun terakhir, bisnis online mulai menjamur di Indonesia, tidak hanya di kota-kota besar tapi merambah ke pelosok desa. Bisnis online tidak hanya menyapa orang dewasa, juga remaja bahkan orang tua pun turut andil mengambil peluang ini.

Pinky menangkap peluang bisnis online dan mulai menggelutinya di awal 2016. Karena masih pemula dalam menjalankan bisnis, ia mencoba keahlian masaknya dengan berjualan makanan via online. Hobi membuat kue, tidak menjadikan satu beban, tiap hari orderannya membludak. Apalagi untuk pengiriman keluar kota tidak begitu susah, Pinky mempercayakan layanan Yakin Esok Sampai (Yes) JNE.

Membludaknya orderan kue membuat hari-hari Pinky penuh dengan kesibukan. Pagi, siang dan malam ia bergelut dengan bumbu-bumbu kue. Demi melayani custumer dan untuk mengais rezeki. Namun, disaat banjir orderan itulah, seharusnya ia lebih semangat berbisnis. Tapi sebaliknya, banyaknya orderan yang masuk membuatnya tak berdaya. Ia tidak mampu mengerjakan sendiri, tenaganya sangat terbatas. Ia juga tidak menemukan orang yang cocok untuk membantunya.

Akhirnya bisnis yang dijalankannya itupun hanya berjalan dua bulan. Kalau dihitung dari modal yang dikeluarkan, sebenarnya sudah lebih, sudah ada keuntungan tapi belum memuaskan. “Karena tidak sanggup mengerjakan sendiri, akhirnya saya berhenti,” katanya saat dimintai komentarnya, Senin (1/10/2018).

Gagal jualan kue online, tidak membuatnya putus asa. Ia terus mencari bisnis yang bisa dijalankan serius tapi santai. Lalu, bertemulah ia dengan produk kecantikan. Memulai jualan produk ini juga dikerjakan secara bertahap. Ia tidak berani tidak stok produk banyak, melihat banyaknya penjual tentu persaingan sangat tinggi.

Karena itu sebagai pemula di dunia bisnis kosmetik, Pinky memulai dengan pelan-pelan jualan satu paket. Hanya satu paket per hari tapi setelah pelanggan mencoba, pelanggan tersebut tidak tinggal diam. Ternyata mereka bercerita ke rekan-rekannya tentang keunggulan produk Pinky. Akhirnya yang tadinya jadi pelanggan sekarang menjadi reseller.

Ditipu Jutaan Rupiah, Pinky Hadapi dengan Sabar

Dari seorang reseller inilah, bisnisnya kembali bangkit. Pinky tidak pikir panjang untuk mendatangkan stok yang lebih banyak. Apalagi ia tidak sendiri ada seorang reseller yang menemaninya berjuang menjalankan bisnis kecilnya.

Namun, yang namanya usaha pasti tidak seru jika tidak menemui masalah. Apalagi jika sudah mulai melangkah melalui satu per satu anak tangga untuk mencapai puncak keberhasilan, ada-ada saja hambatan yang harus dilalui.

Hambatan itulah yang nyaris membuat Pinky terpuruk dan jatuh ke tangga yang paling bawah. Namun, ia hanya terbentur di tengah dan kembali memperbaiki langkahnya meski sempat rasa pesimis berkecamuk dihatinya.

Ya, di tengah berkobarnya semangat dalan membangun bisnis bersama resellernya, Pinky malah ditipu pelanggan. Karena terlalu percaya pada seseorang dan juga karena kasihan ingin membantu, Pinky meminjamkan produk kepada salah seorang yang ingin menjadi reseller. Dengan perjanjian setelah produk tersebut laku barulah, ia setor uangnya ke Pinky.

Tapi, produk sudah laku, Pinky tidak menerima uangnya apalagi mendapat keuntungan. Ia malah buntung. Berkali-kali ia mencoba menagih hasil penjualan produknya namun, tidak kunjung dikembalikan. Pinky, perempuan asal Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan ini, pun berusaha sabar dan mengikhlaskan uang jutaan rupiah tersebut.

Kerugian demi kerugian berkali-kali dialaminya. Dari jutaan hingga belasan juta, lagi-lagi ia berusaha untuk sabar menghadapi. Dan saat itu juga ia mulai selektif memilih rekan bisnis.

“Awalnya saya marah, sedih. Karena saya jualan dengan niat untuk membantu suami dan keluarga. Tapi, banyak juga yang berniat jahat,” jelasnya.Kuncinya adalah sabar dan jangan putus asa. Pinky tetap menjalankan usahanya, meski telah jatuh dan tertipu.

Memasuki tahun 2017, Pinky mengembangkan usahanya. Tidak hanya jualan produk kecantikan cream wajah. Tapi juga menjual beragam produk yang dibutuhkan wanita, pria, anak-anak dan remaja. Seperti pakaian, kosmetik, dan tas. Produknya di pasarkan pada salah satu akun facebooknya (FB) Non Pinky.

Produk yang dijualnya secara online ini sangat laris. Terbukti,  hampir tiap hari akun FB nya ramai pembeli, bukan hanya dari kota Makassar tapi pelanggannya hingga ke beberapa daerah di Indonesia diantaraya, Bandung, Bogor, Jakarta, Jayapura, Papua dan Wamena.

Untuk melayani custumernya, sejak tahun 2016, Pinky mempercayakan jasa pengiriman JNE. “Pakai JNE sudah hampir dua tahun, bagus dan belum pernah mengecewakan,” katanya saat dimintai tanggapannya.

Lanjutnya, meskipun akhir-akhir ini banyak cerita bahwa JNE lambat dan sering barang tercecer, tapi baginya itu hanya gosip. Kalaupun terjadi, dia hanya bisa pasrah saja. Namun, sampai dua tahun ini ia mengaku belum pernah mengalami hal-hal yang buruk terkait pelayanan dari JNE.

Wanita yang menetap di Wamena ini, juga mengakui sering datang ke kantor JNE tetapi tidak untuk komplain, hanya sekadar menanyakan paketnya saja. Nah, saat berada di kantor, pegawainya pun ramah-ramah. Atas dasar itulah sehingga sampai saat ini, Pinky tidak bisa berpaling ke jasa pengiriman lain.

Awal menjalankan bisnis, paket yang dikirim Pinky ke custumer bisa dihitung jari, satu hingga dua paket sehari. Tetapi setelah berjalan beberapa bulan orderan semakin membludak. Tiap hari mengirim hingga puluhan paket ke beberapa daerah, bahkan pernah sampai 100 paket. Dari hasil penjualannya itupun omzet yang didapatkan hingga puluhan juta sebulan.

Menurut Pinky, JNE sangat membantu dalam pegembangan bisnisnnya. Apalagi selama ini, belum pernah mendapatkan komplain dari custumer. Sebaliknya , terkadang ada pelanggan yang request eskpedisi.

“Biasanya ada yang minta kirimnya via JNE saja ya mbak. Kadang juga ada yang mau barangnya di bayar di tempat. Nah, kalau yang seperti ini, biasanya saya cari ekspedisi lain,” terangnya. Intinya bisa mengembangkan bisnis ini berkat kerjasama yang baik dengan JNE. Pengantaran tidak pernah mengecewakan.

 

Penulis  : Andi Amriani

 

 

Leave a Reply