Selamatkan Batik Air saat Gempa, Anthonius Korbankan Nyawa

161
Bagikan via

Pagi Ini Jenazahnya Tiba di Makassar

Anthonius Gunawan Agung sehari-harinya bertugas sebagai Air Traffic Controller (ATC) Airnav Indonesia, Bandar Udara Mutiara SOS Al Jufri, Palu.

Saat terjadi gempa di Donggala, Jumat ( 28/9/2018) pria berusia 22 tahun itupun sedang menjalankan tugasnya seperti biasa, memandu pesawat lepas landas.

Namun, siang jelang sore meski sudah merasakan ada getaran-getaran akan terjadinya bencana, Anthonius tetap bekerja dengan baik, memandu Batik Air take off.

Padahal saat itu, semua petugas ATC dan pegawai di bandara berusaha menyelamatkan diri, sementara ia tetap menyelesaikan tugasnya menuntun pesawat Batik Air rute Palu-Makassar lepas landas.

“Safe flight.Take care,” kalimat itu adalah kata terakhirnya kepada Ricosetta Mafella, pilot yang menerbangkan Batik Air. Kemudian towernya ambruk, terdengar suara beberapa orang memintanya turun. Ia pun berusaha menyelamatkan diri.

Anthonius memperlihatkan jiwa kepahlawanannya, setelah menyelamatkan ratusan orang, barulah ia berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari menara. Akibatnya kaki patah dan nyawanya tidak tertolong lagi.

Tindakan yang dilakukan Anrhonius sungguh membanggakan. Tidak semua orang mampu melakukannya.

Minggu pagi, (30/9/2018) jenazah Anthonius tiba di Makassar dan langsung di antat ke rumah duka Jl. Onta Lama.

Penulis : Andi Amriani

Leave a Reply