Cakupan MR Belum Tercapai, Kepala Puskesmas Makassar Pantang Menyerah

182
Bagikan via
Sosialisasi MR oleh PKM Maradekaya di TK Khalifah 4 Makassar, belum lama ini. Foto: Dok.PKM Maradekaya

MAKASSAR – Pelaksanaan Imunisasi  Measles Rubela (MR) telah memasuki beberapa tahapan, salah satunya  telah digelar kampanye kepada 400 kader posyandu se Kota Makassar. Ini menandai pelaksanaan MR mulai digelar di tatanan masyarakat.

Sayangnya, target 96 persen yang harus dicapai setiap wilayah Puskesmas sampai saat ini belum mencapai cakupan. Kendati demikian, para petugas puskesmas utamanya kepala puskesmas tidak tinggal diam, beberapa strategi jitu pun dilayangkan.

Seperti yang dilakukan Puskesmas Maradekaya, meski waktu pelaksanaan Imunisasi MR telah usai yakni di bulan Agustus lalu, namun puskesmas ini masih saja melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah dengan cakupan imunisasi yang sangat rendah.

“Sekolah tetap kami tangani yang murid-muridnya belum sempat diimunisasi,” ungkap Kapus Maradekaya, Drg Adrina Zadaruddin kepada Timurindonesia.com, Sabtu (30/09/2018).

Tidak sampai di situ, tantangan juga kerap kali dating dari pengambil kebijakan di sekolah. Drg Adrina mengisahkan, ada sebuah sekolah yang orangtua siswa telah setuju dilakukan Imunisasi MR, namun tidak berbanding lurus dengan izin dari pihak sekolah.

“Kemarin, kami ke TK di Jalan Domba, orangtua murid sudah tanda tangan anaknya bersedia divaksin, tapi ketua yayasan tidak mengizinkan,” keluh Adrina.

Untuk mengatasi hal ini, pihak puskesmas kemudian menyarankan kepada orangtua untuk mendatangi puskesmas sekitar.

Senada, Puskesmas Jongaya pun mengalami kendala yang sama. Bahkan, Kapus Jongaya, Dr Hatase mengaku tantangan ini hampir dirasakan oleh semua puskesmas dari 46 puskesmas yang tersebar di Kota Makassar.

“Kebanyakan teman-teman sudah menyampaikan keluhannya ke Dinas Kesehatan Makassar. Tapi kami juga tetap semangat dan mencari solusi agar cakupan ini bisa segera terpenuhi,” ungkapnya.

 

Penulis: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply