PT Mars Berhasil Membina 3.142 Petani Kakao di Luwu

140
Bagikan via
PT Mars Symbioscience Indonesia, ajak sejumlah wartawan kunjungi petani kakao di Luwu Raya, Rabu (26/9/2018)/dok.oshin

LUWU RAYA–Saat ini, PT Mars telah berhasil membina 3.142 petani kakao di Kabupaten Luwu setara dengan jumlah area kebun yang dimiliki masing-masing 1 hektar. Namun hanya 65 persen yang jual bijinya ke PT Mars.

HUB Manager Luwu PT Mars, Muhajir menjelaskan, kualitas kebun kakao dipengaruhi oleh alih fungsi lahan, petani sudah tua dan pohon juga yang sudah tua, cara klon, iklim dan pemupukan.

“Jadi untuk mendapatkan hasil yang bagus tergantung dari cara perawatan para petani. Seperti untuk peremajaan itu, idealnya harus dilakukan setelah pohon berusia 20 tahun, karena jika lewat maka hasilnya pun tidak akan bagus,” papar Muhajir saat mendampingi awak media dalam kegiatan visit kebun kakao di Luwu Raya.

Dijelaskan pula, butuh waktu sekitar dua tahun untuk peremajaan, terdiri dari pembibitan selama enam bulan yang kemudian ketika tunas telah muncul maka dikeluarkan untuk memperoleh sinar matahari. Selanjutnya, 16 bulan kemudian barulah dilakukan penanaman.

Hadir sejak 1996 di Indonesia, PT Mars Symbioscience Indonesia yang bergerak di industri Kakao khususnya di Sulawesi Selatan tidak sebatas melakukan aktivitas pemrosesan biji kakao menjadi lemak kakao, bubuk kakao dan pasta kakao.

PT Mars Symbioscience Indonesia juga selalu berusaha membuat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para petani kakao Luwu Raya melalui pembinaan dan pendampingan yang dilakukan sejak 2015 hingga sekarang.

 

Laporan : Nur Suhra Wardyah

Editor     : Andi Amriani

 

 

Leave a Reply