BI Paparkan Data Pertumbuhan Ekonomi pada Gubernur

91
Bagikan via
Gubernur mendengarkan pemapara pertumbuhan ekonomi oleh jajaran pimpinan Bank Indonesia di Kantor B, Rabu (26/9)/dok.humas

MAKASSAR –Bank Indonesia memaparkan perkembangan ekonomi terkini di Sulsel kepada gubernur Nurdin Abdullah. Pemaparan tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia bambang Kusmiarso, saat menerima kunjungan gubernur di kantor BI, Rabu (26/9/2018).

 Dilaporkan, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-II tetap kuat. Untuk keseluruhan diperkirakan kisaran 7,0-7,4 persen. Untuk Sulsel pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 7,38 persen dan nasional 5,27 persen. Hal lainnya dibahas terkait inflasi, dana desa, perbankan dan sistem pembayaran eltronifikasi.

“Tadi ini membahas secara komprehensif, BI sudah memperlihatkan data, basic kuat yang kita miliki itu adalah pertumbuhan. Tetapi, kita lihat bagaimana kesenjangan,” kata Nurdin Abdullah.

Untuk itulah, Provinsi Sulsel kemudian mendorong menghilangkan kesenjangan yang ada. Lanjutnya, banyak potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh Sulsel sangat luas untuk tumbuh.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menerima cendramata usai kunjungan di Kantor BI/dok.humasprov

Terkait efek penguatan dollar terhadap rupiah, NA menyebutkan, “dollar itu bukan karena pelemahan rupiah, dollar menguat terhadap mata uang regional, uang negara-negara luar. Saya kira itu, bukan rupiah yang melemah,” paparnya.

Sementara Bambang Kusmiarso, menyampaikan, sangat terhormat atas kedatangan gubernur. Karena pada awalnya pihak BI yang akanberaudiensi ke gubernur berkunjung. Namun, justru NA yang berkunjung.

BI menyampaikan pandangan mereka pada NA, beberapa hal terhadap ekonomi, inflasi atau sistem pembayaran.

“Karena menurut kami penting disampaikan pada gubernur agar tahu bagaimana progresnya, perkembangan yang ada,” ucapnya.

Kusmiarso, terkait nilai tukar, bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat terjamin jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1997-1998, 2008 dan 2013.

“Pak Gubernur juga sudah sangat paham dengan baik, terkait langkah-langkah apa yang diambil oleh Bank Indonesia maupun Pemerintah Pusat, dan pihak berkepentingan dalam hal nilai tukar rupiah,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik dengan kondisi niai tukar yang ada, karena nilai tukar Indonesia sangat terjaga dan BI selalu mengawasi perkembangan yang ada.

Jika dikaitkan dengan kondisi Sulsel, jika dilihat struktur ekenomi Sulsel jelas Kusmiarso, bahwa strukturnya net eksportir. “Artinya pendapatan dari pada ekspor Sulsel itu lebih besar dari impornya.

Sebaliknya, malah para eksportir yang ada di Sulsel termasuk petani kakao dan rumput laut itu malah diuntungkan untukdapat memanfaatkan ini untuk ekspornya,”jelasnya.

NA dan rombongan diterima langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso, Kepala Grup SPPUR-LA (Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi) Aman Lisong Sembiring serta Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Dwityapoetra S. Besar. (rls)

 

Editor : Andi Amriani

 

Leave a Reply