Cocoa Academy Berhasil Bina 12000 Petani Produktif

325
Bagikan via
Petani Kakao Luwu Raya binaan Cocoa Academy/dok.oshin

LUWU RAYA — Cocoa Development Centre (CDC) PT Mars Symbioscience Indonesia telah meregister 12 ribu petani produktif di empat wilayah binaan, yakni di Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Kolaka Utara.

Dengan begitu, bisa diartikan bahwa CDC telah berhasil membina lebih dari 50 persen petani kakao dari 23 ribu petani produktif berdasarkan hasil survey internal yang dilakukan PT Mars tahun 2017.

Manager Cocoa Academy PT Mars Symbioscience Indonesia, Fajar Paulus Niong, menyampaikan, capaian tersebut tidak lepas dari peran Cacao Doctor yang telah dilatih PT Mars melalui Cocoa Academy sejak tahun 2013 hingga 2016.

“Jadi setiap CDC ada 30 Cocoa Doctor yang telah kami latih melalui Cocoa Academy.  Cocoa Doctor ditarget 100 sampai 200 orang petani. Jadi tolak ukurnya untuk melihat usahanya,” ungkap Fajar saat ditemui awak media di CDC dan Academy Doctor PT Mars yang bertempat di Tarengge Kec.Wotu Luwu Timur, (27/09).

Ada dua kurikulum yang diterapkan dalam Cocoo Academy, yakni agronomi dan bisnis yang mengacu pada 10 paket budididaya kakao dan rencana pengembangan bisnis kakao.

Cocoa Doctor sangat penting dan menjadi senjata bagi PT Mars untuk menyampaikan soal tekhnologi dan lahan, serta pelatihan bisnis untuk menjalankan usaha terkait perkembangan kakao bagi para petani.

Cocoa Academy Suvervisor, Darwis menyampaikan, sharing ilmu tidak hanya dilakukan kepada internal PT Mars atau Cacao Doktor, namun juga kepada pemerintah, NGO, penggiat kakao di dalam maupun luar negeri.

“Tahun ini kita membina dua SMK dan industri kerjasama mars seperti dari Pusat Pelatihan Tanaman (Puslatan) dari Kementrian Pusat puslatan. Satu periode training idealnya tiga kelas untuk satu kali jalan,” ungkap Darwis

Diketahui, CDC juga bisa ditemukan di Kabupaten Parigi Sulawesi Tengah, namun efektifitasnya belum begitu baik.

 

Lima CDC yang ada berfungsi sebagai unit bantu pendampingan dan pembinaan dimana PT Mars beroperasi.

Memberikan percontohan standarisasi kebun dengan penghasilan dua ton per hektar, serta menyediakan informasi yang berhubungan dengan pupuk berkualitas.

 

Laporan : Nur Suhrah Wardyah

Leave a Reply