Mendidik dan Memelihara Anak Perempuan

81
Bagikan via

Di dalam Islam, Allah -subhana wa ta’ala- memberikan keutamaan bagi orang yang mendidik dan memelihara anak perempuan. Karena kebanyakan manusia lebih dominan dan cenderung memilih anak laki-laki daripada anak perempuan. Hal ini disebabkan karena kelebihan anak laki-laki dibanding anak perempuan dalam hal kekuatan, keperkasaan dan kemuliaan. Di sisi yang lain anak laki-laki akan melindungi dan diwajiban berbakti kepada orang tua mereka hingga akhir hayatnya. Begitu pula anak laki-laki akan meneruskan nasab orang tuanya.

Adapun anak perempuan mereka akan meneruskan nasab dari suaminya. Sehingga itulah menjadi faktor kebanyakan manusia lebih gembira dikarunia anak laki-laki dibanding anak perempuan. Bahkan terkadang pada sebagian manusia seperti di zaman Jahiliyyah dahulu, mereka merasa aib jika mendapat anak perempuan karena tidak bisa pergi berperang dan menjadi beban dengan menjadi tawanan musuh mereka. Allah -subhana wa ta’ala- menggambarkan hal tersebut,

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

“dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan Dia sangat marah.” *(QS. An-Nahl: 58)*

Oleh karenanya, anak perempuan kadang disebut “Ibtilaa’ (ujian) bagi seseorang. Namun di dalam Islam, Allah -Azza Wa Jalla- telah memuliakan kaum wanita. Bahkan memberikan pahala yang besar dan sebab masuk ke dalam surga, bagi siapa yang berbuat baik dalam memelihara dan mendidik mereka hingga mereka dewasa. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ هَكَذَا” وَضَمَّ أُصْبُعَيْه

“Barangsiapa mengasuh dua orang anak perempuan sehingga berumur baligh, maka dia akan datang pada hari Kiamat kelak, sedang aku dan dirinya seperti ini.” Dan beliau menghimpun kedua jarinya.” *[HR. Muslim]*

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Ada seorang wanita yang masuk menemuiku dengan membawa dua orang anak perempuan untuk meminta-minta, tetapi aku tidak mempunyai apa-apa kecuali hanya satu butir kurma. Lalu aku memberikan kurma itu kepadanya. Selanjutnya, wanita itu membagi satu butir kurma itu untuk kedua anak perempuannya sedang dia sendiri tidak ikut memakannya. Lantas, wanita itu bangkit dan keluar. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada kami, maka aku ceritakan peristiwa itu kepada beliau, maka beliau pun berkata, ‘Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, lalu dia mengasuhnya dengan baik, maka anak-anak perempuan itu akan menjadi tirai pemisah dari api Neraka.” *[HR. Al-Bukhari dan Muslim]*

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- juga bersabda,

مَنْ كُنَّ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيهِنَّ، وَيَرْحَمُهُنَّ، وَيَكْفُلُهُنَّ، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةَ “، قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ: فَإِنْ كَانَتْ اثْنَتَيْنِ؟ قَالَ: ” وَإِنْ كَانَتْ اثْنَتَيْنِ “، قَالَ: فَرَأَى بَعْضُ الْقَوْمِ، أَنْ لَوْ قَالُوا لَهُ وَاحِدَةً، لَقَالَ: ” وَاحِدَةً ”

“Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, memberinya tempat tinggal, menyayanginya dan menanggungnya maka dia pasti mendapatkan syurga”. (Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma) berkata; ada yang bertanya. Wahai Rasulullah, jika hanya dua? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, “Walau hanya dua”. (Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma) berkata; maka sebagian kaum berpendapat: jika ada yang bertanya dengan hanya satu, maka beliau akan menjawabnya.” *[HR. Ahmad (23991)]*

Maka hendaknya kita berbuat baik kepada anak wanita dan ridho akan pembagian dan ketentuan Allah -Ta’ala-. sebab Allah -Azza Wa Jalla- Maha Tahu akan kebaikan untuk hamba-Nya. Allah -subhana wa ta’ala- berfirman,

فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” *(QS. An-Nisaa: 19)*

Maka tidak jarang seorang hamba mendapatkan kebaikan yang sangat banyak di dunia dan akhirat dari anak-anak perempuan. Dan cukuplah sebagai keburukan, orang yang tidak menyenangi mereka bahwasanya ia benci pada apa yang diridhai dan diberikan Allah kepada hamba-Nya.

📚 Disadur dari: *[Mujibaatul Jannah fii Dhauis Sunnah karya Dr. Abdullah bin Ali Al-Ja’itsan (hal. 39 – 41)]*

✍ *Ustadz Abu Dawud Ilham Al Atsary hafizhahullah*

Sumber: www.madrosahsunnah.or.id

Leave a Reply