Terekspos, Ini Rumah Sampah Memesona di Luwu Utara!

313
Bagikan via

Jika sampah hanya dipandang sebagai benda yang menjijikkan, tidak demikian bagi pengrajin rumah pohon yang berada di Desa Kamiri Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Di sini pengunjung bisa menyaksikan keindahan sampah yang mempesona, sebab dikelola dengan sangat kreatif oleh seorang Kreator Rumah Pohon bernama Edy Suranta Ginting.

Saat memasuki kawasan rumah pohon, pengunjung akan disajikan dengan pemadangan yang sangat unik seperti gantungan berbagai macam botol bekas serta papan pengumuman yang mengandung makna sangat indah. Untuk mencapai rumah pohon, beberapa puluh anak tangga harus dilalui sebab lokasinya berada agak curam ke bawah.

Ketika sampai, pengunjung akan dikenai Rp5.000 untuk biaya perawatan rumah pohon. Desain rumah yang unik, ramah lingkungan, dan pemandangan alam di sekelilingnya menjanjikan liburan berkesan bagi pengunjung.

Berbekal barang bekas seperti puntung rokok, sandal bekas, botol minuman, dan daun pelepah pisah kering terciptalah sebuah ornamen unik yang bisa ditemui saat memasuki kawasan wisata yang dirintis sejak Februari 2016.

Tak hanya itu, rumah pohon ini juga digunakan sebagai tempat edukasi buat masyarakat sekitar dan juga para pengunjung. Sebab menurut Edy, keberadaan tempat wisata itu harus mengedukasi masyarakat tentang bagaimana pentingnya menjaga lingkungan dari sampah.

“Di rumah pohon ini kita memanfaatkan limbah non organik untuk kemudian dikreasikan. Kami juga menyiapkan tempat belajar Bahasa Inggris untuk warga setempat dengan menghadirkan orang asing sebagai pengajar,” ujar pria kelahiran Medan ini.

Salah satu pengunjung asal Masamba, Asrianti mengungkapkan ketakjubannya terhadap rumah pohon yang dikreasikan dengan berbagai jenis sampah. ‚ÄúPertama kali ke sini rasanya berkesan sekali, sebab kita seperti ada di film Laskar Pelangi. Selain ornamen yang unik karena dari sampah juga terdapat banyak papan memotivasi,” terangnya.

Banyak Spot Selfie

Siapa bilang sampah hanya untuk di tempat pembuangan? Di rumah pohon ini, sampah disulap menjadi spot yang cocok untuk berselfie ria. Dengan barang bekas yang tidak berbau dan terstruktur banyak warga mengabadikan dirinya lewat kamera di tempat ini.

Botol minuman bekas, ban bekas, sepatu bekas, kayu bekas ternyata sangat menarik jika dikreasikan dengan cara yang baik. Ornamen menarik pun seperti sepeda ontel menambah daya tarik pengunjung untuk berfoto bersama kerabat dan keluarganya.

Tempat ini ternyata tidak hanya mengundang minat masyarakat Kabupaten Luwu Utara, pasalnya banyak turis yang berdatangan dari berbagai negara seperti Perancis, Inggris, Jerman, dan Amerika.

“Mereka datang bukan hanya ingin wisata, tapi hadirnya bule-bule silih berganti juga untuk mengajar bahasa Inggris dan sosialisasi bagaimana menanam pohon tanpa menggunakan pestisida kepada warga setempat,” ujar Edy.

Edy pun berharap agar rumah pohon yang didirikannya bernilai edukasi dan tetap eksis di mata Indonesia, luar negeri, serta bermanfaat bagi warga desa Kamiri.

Penulis: Ulfa Waode/Indrawati

Leave a Reply