Rencana Pembangunan PLTB Takalar Ditaksir Rp2,1 T

123
Bagikan via

TAKALAR — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Tamsil Linrung menaksir anggaran untuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Takalar sebesar Rp2,1 Triliun. Hal itu disampaikan saat meninjau lokasi pencanangan di Desa Laikang, Kacamatan Mangarabombang, Takalar, (21/09).

Menurut Tamsil, lokasi serta kondisi angin di wilayah tersebut sangat cocok untuk rencana pembangunan PLTB. Pihaknya pun menyambut positif rencana tersebut.

“Kondisi anginnya sangat mendukung untuk pembangunan PLTB. Ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,1 Triliyun atau dua kali lipat dari APBD Takalar,” kata legislator asal Pangkep ini.

Kendati demikian, jika rencana tersebut terealisasi, maka maka dipastikan akan banyak menyerap tenaga kerja lokal dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Peninjauan yang dilakukan oleh Tamsil Linrung merupakan tindak lanjut pendandatanganan MoU Bupati Takalar Syamsari Kitta, Gubernur Sulsel periode 2013-2018 Syahrul Yasil Limpo serta GM PT PLN Suselrabar untuk pencanangan lokasi rencana pembangunan PLTB di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang beberapa bulan yang lalu.

Bupati Takalar Syamsari Kitta mengatakan, kawasan Desa Laikang terkenal dengan kondisi lahan yang tandus. Namun, memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

“Alamnya begitu indah jika mampu dikelola dan ditata dengan baik oleh tangan-tangan profesional. Apalagi lokasi ini diapit oleh teluk Laikang yang memiliki panorama yang apik. Masyarakat setempat memberi nama “Bukit Teletubis” kata Syamsari saat mendampingi Tamsil Linrung.

Syamsari menjelaskan kedepan rencananya selain menjadi kawasan pembangunan PLTB, Ia juga akan menjadikan lahan yang dulunya tidak produktif menjadi lahan yang mampu menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Terlebih, dalam beberapa bulan kedepan akan memasuki pergantian dari musim kemarau ke musim hujan. Sehingga akan lebih memudahkan tanaman untuk tumbuh. Seperti yang terlihat, sawah yang sudah kita bajak, nantinya akan ditanami jagung, kemudian dipinggirannya akan ditanami kelapa.

Dia menjanjikan akan merubah tempat yang gersang itu menjadi kawasan yang hijau. Sehingga kedepannya dilokasi tersebut diharapkan akan menjadi kawasan parawisata dan pertanian jelas Syamsari.

Editor: Haryuna

Leave a Reply