Semangat Anti Korupsi Harus Ditanamkan Sejak Dini

110
Bagikan via

MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Hj Liestiaty F Nurdin menyatakan bahwa semangat anti korupsi harus ditanamkan sejak dini. Bahkan sosialisasi sedapat mungkin dimulai dari sekolah TK, SD, SMP, hingga SMA.

“Semangat anti korupsi bisa dimulai dengan menanamkan sifat kejujuran pada anak usia dini. Cara sosialisasinya tentu berbeda” kata Lies saat membuka Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di MTSN 1 Makassar, Rabu (19/9).

Menurutnya, berdasarkan survei, hanya 4 persen dari orangtua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya. Sehingga dibutuhkan usaha ekstra untuk pencapaian maksimal dalam rangka menciptakan generasi yang jujur.

“Saya pernah hidup di Jepang, dan mereka mendidik anak mulai dari PlayGroup, saling menghormati, bekerja keras, mandiri. Saya sangat menginginkan, pelajaran budi pekerti di sekolah. Orang Jepang sangat malu jika dikatakan sebagai pembohong,” ungkapnya.

Lies juga mengkritisi tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik dan merusak moral anak-anak. Begitupun dengan orangtua yang memfasilitasi anak-anak dengan gadget tanpa pengawasan yang ketat.

“Inilah yang harus kita awasi bersama,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Lies mengajak lembaga Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) untuk bersama-sama turun ke kabupaten/kota untuk mensosialisasikan bahaya laten korupsi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Agama Sulsel, Anwar Abubakar, menyampaikan, sejak awal pihaknya sepakat untuk memulai sesuatu dari diri sendiri, dan dari yang kecil. Ia mengharapkan dengan kegiatan ini, keluarga besar Kemenag bisa memberikan support yang terkait dengan penanggulangan korupsi.

“Semoga kegiatan ini juga bisa dilaksanakan di kabupaten/kota. Program SPAK ini perlu mendapatkan support. Dan pada hakikatnya, program ini menjadi marwah kita di Kemenag,” imbuhnya.

Editor: Haryuna

Leave a Reply