Gubernur Janjikan Infrastruktur Bandara di Bira

32
Bagikan via

BULUKUMBA — Sebagai bentuk dukungan atas pengembangan Pariwisata daerah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menjanjikan pembangunan infrastruktur Bandara di Pantai Bira Bulukumba. Hal itu disampaikan dalam penutupan Festival Pinisi ke-9 di Pantai Bira, Sabtu (15/9) malam.

Setelah melihat potensi wisata yang ada di Tanjung Bira, Nurdin menyatakan bahwa pembangunan bandara ini penting agar konektivitas hadir di kawasan wisata di wilayah sekitar.

“Inshaallah bersama Pak Bupati akan berjuang menghadirkan bandara Bira. Jadi beri kesempatan Pak Gubernur dan Pak Bupati, kami akan all out, kalau bukan 2019, ya tahun 2020, ini karena Bira sudah menjadi aset dunia,” kata Nurdin Abdullah.

Selain bandara, Nurdin berjanji di era kepemimpinannya, akan menyelesaikan infrastruktur di Bira, seperti pasar seni, tempat parkir yang besar.

Menurut Nurdin, banyak potensi wisata yang perlu dikembangkan. Bukan hanya wisata laut, pembuatan Phinisi bisa menjadi potensi wisata yang besar, karena wisata ini satu-satunya di Indonesia.

“Pembuatan Phinisi akan menjadi alternatif wisata yang berkunjung ke Sulsel,” katanya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk menyiapkan diri dalam hal sumber daya manusia mereka (SDM). Termasuk menguasai bahasa asing.

Potensi lainnya adalah pelaksanaan event Festival Phinisi yang sudah masuk dalam 100 Wisata Wonderful Indonesia 2018 atau satu dari 100 acara wisata terbaik di Indonesia.

Nurdin Abdullah mengatakan, festival ini hadir dengan hiburan yang luar biasa. Ia pun menyampaikan apresiasi pada masyarakat dan Pemerintah Daerah Bulukumba karena konsisten menghadirkan acara ini hingga pelaksanaan kesembilan kali.

Nurdin berharap tahun depan festival ini lebih baik dan lebih besar serta dihadiri bukan hanya wisatawan lokal tetapi wisatawan mancanegara atau pengunjung dari luar negeri.

“Semoga memberikan makna yang luar biasa bagi masyarakat Sulsel,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Multikultural, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI, Esti Astuti menyampaikan bahwa yang perlu mendapat pembenahan adalah akses ke Bulukumba dari ibu kota Provinsi Sulsel, masih membutuhkan waktu empat jam perjalanan. Padahal idealnya bagi wisatawan hanya dua jam saja perjalanan saja.

“Biasanya wisatawan cuma dua jam, Saya dengar sekarang ada MoU dengan Selayar bagaimana mendukung daerah ini. Objek wisata, tidak saja hanya atraksinya, disini banyak penginapan dan akses yang harus diangkat, termasuk restorannya,” ujar Esti.

Editor: haryuna

Leave a Reply