Ambo Asse : Jangan Samakan Muhammadiyah dengan Partai Politik

157
Bagikan via
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse

MAKASSAR–Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag menegaskan untuk tidak menyamakan Muhammadiayah dengan partai politik. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan, di Makassar (16/09).

“Pengurus Muhammadiyah harus komitmen dalam mengurus amal usaha Muhammadiyah. Tidak boleh menyamakan mengurus Muhammadiyah dengan mengurus partai politik. Setelah merasa tidak bermanfaat lagi bagi pribadnya, kemudian pindah ke partai lain,” katanya.

Menurutnya, dalam mengurus sekolah Muhammadiyah semua tetap harus berpedoman pada kebijakan Persyarikatan. Berbagai hal yang ditetapkan harus dijalankan dengan baik. “Majukanlah pendidikan Muhammadiyah agar kita semua bisa maju,” paparnya.

Dia berharap kemajuan amal usaha Muhammadiyah dengan Persyarikatan Muhammadiyah di setiap tingkatan harus seiring sejalan.

“Jangan sampai amal usaha maju sedangkan Persyarikatan mengalami kendala,” tambah professor kelahiran Sidenreng Rappang ini.

Untuk mencapai kemajuan tersebut, lanjut guru besar UIN Alauddin Makassar ini, akan mudah tercapai jika pengurus Majelis dapat memberi contoh teladan kepada pihak sekolah dan siswa. Yaitu keteladanan dalam hal pendidikan, sikap, perilaku dan tindakan keseharian.

Sejalan dengan pemaparan Ambo Asse, Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Drs. H. Tamrin Taha, M.Pd., mengatakan rapat koordinasi yang digelar saat ini merupakan wadah untuk menyamakan persepsi tentang kebijakan pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah.

Beberapa materi yang akan disampaikan adalah pemetaaan mutu pendidikan Muhammadiyah, persiapan pelatihan SPMI, penerapan kurikulum Ismuba, peningkatan akreditasi sekolah dan madrasah, serta sosialisasi berbagai program nasional.

Rapat koordinasi ini dihadiri sekitar 80 orang peserta yang berasal dari Kabupaten seluruh Sulawesi Selatan. Masing-masing daerah diwakili tiga orang yakni unsur koordinator pendidikan pimpinan daerah, ketua dan sekretaris Majelis Dikdasmen.

Editor: haryuna

Leave a Reply