Omset Jual “Apang” Capai Rp 7 Juta per hari

554
Bagikan via
Penjual Apang/Apem

SIDRAP— Kue tradisional Apang atau Apem merupakan jajanan yang tengah marak dan menjadi incaran pelancong yang melintasi desa Lawawoi Kabupaten Sidrap. Rata-rata omset hasil penjualan dari kuliner ini bisa mencapai Rp 7juta per hari.

Tujuh bulan terakhir, aktivitas ekonomi warga di bilangan jalan poros Sidrap Parepare mengalami peningkatan. Hampir setiap harinya, transaksi penjual apang di wilayah tersebut cukup ramai. Ada yang sengaja singgah untuk mencicipi kuliner ini, ada juga yang membawanya pulang untuk dijadikan oleh-oleh.

Adalah Tina, salah satu pioneer dari tiga bersaudara yang memulai penjualan apang di wilayah itu. Ya.. bermula dari coba-coba. Tina dan dua saudaranya mencoba mengais rejeki, menjual apang bikinannya dengan menjajakannya di pinggir jalan.

Rasa yang orisinil, berstruktur lembut, berbahan gula merah dengan taburan parutan kelapa membuat makanan ini semakin diminati. “Sejak dulu sampai sekarang, rasa Apang tidak berubah. Kalau dulu pernah makan Apang waktu kecil,  pasti rasanya masih sama,” kata Tina.

Kendati harga kuliner tradisional ini Rp1.000,- per biji, namun siapa sangka penghasilan dari jualan Apang sangat menggiurkan. Menurut Tina, penghasilan dari jualan kuliner ini sangat cukup untuk menghidupi keluarganya.

“Penghasilan tiap hari bervariasi, kadang 1juta, 2 juta. Tapi saat awal-awal bisnis kue ini, saya bahkan pernah dapat 7 sampai 9juta. Tapi saya tetap bersyukur, meski sekarang omsetnya agak turun,” jelasnya.

Dari dua lapak kecil yang dia bangun sekitar sembilan bulan lalu, lanjut Tina, kini puluhan lapak pun meramaikan pinggir jalan yang dulunya sangat sepi. Bahkan, ada beberapa warga yang berani untuk menyewa tanah untuk membangun lapak.

Meski semakin banyak saaingan, Tina tetap bersyukur dengan kondisi tersebut. “Alhamdulillah, rejeki sudah diatur. Saya juga bersyukur karena banyak yang mengikuti jualan seperti saya. Ada beberapa warga yang berterimah kasih, karena melihat saya, mereka ikut dan mendapat rejeki dari pekerjaan barunya,” katanya dengan nada rendah.

Tina berharap, bisnisnya tersebut bisa berkembang terus dan dikenal di luar daerah untuk menghidupi keluarganya.

Laporan : haryuna

Editor    : haryuna

 

Leave a Reply