Susu Dangke jadi Primadona di Agrinex Expo 2018

119
Bagikan via

Jakarta — Event Agrinex Expo 2018 menjadi ajang pembuktian kuliner khas Enrekang. Betapa tidak, demo pembuatan berbagai kuliner tradisional dari Susu Dangke, telah menjadikannya primadona di event nasional tersebut.

Dalam expo tersebut ada tiga tahap demo yang dilakukan pada acara yang digelar di JCC dan disaksikan oleh para pengunjung. Tahap pertama adalah membuat susu sapi jadi danke dengan cara dan metode khas Enrekang.

Tahap selanjutnya mengolah danke jadi lauk pauk yang lezat. Berbagai macam jenisnya, dapat digoreng, dikukus, dipepes dan lainnya, sesuai selera.

Tahap akhir adalah menjadikan danke sebagai krupuk dengan aneka jenis rasa. Ada rasa balado, susu, abon, pedas, dan sebagainya.

“Inilah yang menjadikan danke sebagai produk kuliner yang super unik, susu sapi jadi aneka makanan, cuma ada di Enrekang, tak ada duanya di dunia,” tegas doktor pendidikan Islam UIKA Bogor ini.

Event ke-12 Agrinex Expo 2018 digelar selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC). Event tahunan yang sudah berlangsung 12 kali ini melibatkan beberapa kementerian, Kadin Indonesia, Apindo,  Kementrian perindustrian, MAI, dan beberapa Asosiasi lainnya.

Menurut Ilham, Badan Amil Zakat Nasional (BANAS) sebagai lembaga negara yang ikut andil dalam pengentasan kemiskinan lewat berbagai macam pemberdayaan turut serta dalam expo yang dibuka Wapres JK.

Salah satu modal pemberdayaan BAZNAS Pusat di daerah adalah pengolahan susu sapi yang dikenal dengan danke di Enrekang.

“BAZNAS Pusat meminta Enrekang untuk mengirim utusan dalam Agrinex Expo ke-12 di JCC Jakarta, dan kami pun mengutus Ibu Hartati (38), dari Baba, Enrekang yang telah menekuni usaha danke selama 10 tahun”, jelas Pimpinan BAZNAS Enrekang, Ilham Kadir.

Kita berharap agar pemberdayaan yang ada dalam masyarakat, dapat benar-benar menarik golongan miskin yang berhak mendapat zakat untuk keluar dari garis kemiskinin, lalu berubah menjadi muzakki, harap Ilham Kadir.

Editor : haryuna

Leave a Reply