Balasan Disesuaikan dengan Niat

34
Bagikan via

Di jelaskan dalam sebuah hadits:

وعن أمِّ المؤمِنينَ أمِّ عبدِ اللهِ عائشةَ رضي الله عنها قالت: قالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ فإِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنَ الأَرضِ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وآخِرِهِمْ)). قَالَتْ: قلتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ يُخْسَفُ بأوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ وَفِيهمْ أسْوَاقُهُمْ وَمَنْ لَيْسَ مِنْهُمْ؟! قَالَ: ((يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ ثُمَّ يُبْعَثُونَ عَلَى نِيّاتِهمْ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. هذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ.

Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada satu pasukan menyerbu ka’bah, tatkala mereka berada di tanah yang lapang mereka dibenamkan (kedalam perut bumi) dari awal pasukan hingga yang paling akhir dari mereka.” Dia (Aisyah) berkata: “Saya bertanya: “Ya Rasulullah bagaimana dibenamkan dari awal hingga paling akhir dari mereka, padahal di dalamnya ada orang-orang pasar (orang awam) dan ada yang bukan dari mereka?” Beliau menjawab “Dibenamkan dari awal hingga akhir mereka kemudian mereka dibangkitkan berdasarkan niat-niat mereka.”_ *(Muttafaq alaihi –dan ini lafazh dari imam Al Bukhari)*

Hadits yang mulia ini menjelaskan tentang sebuah pasukan besar di akhir zaman nanti yang akan menghancurkan ka’bah. Mereka menginginkan agar Baitullah yang mulia itu runtuh dan manusia tidak lagi beribadah di sisinya. Ini disebabkan karena kebencian mereka terhadap agama Allah -Ta’ala- dan kaum muslimin.

Namun Allah -Azza Wa Jalla- menjaga rumah-Nya sebagaimana Dia menjaganya di zaman dahulu kala. Tatkala Abrahah beserta pasukan bergajahnya ingin menghancurkan ka’bah, maka Allah -Azza Wa Jalla- membinasakan mereka dengan serangan burung Ababil.

Allah -Azza Wa Jalla- menghancurkan pasukan itu dengan menenggelamkan mereka ke dalam perut bumi seluruhnya. Tidak menyisakan seorang pun dari pasukan itu walaupun ia tidak berniat untuk melakukan penyerangan tersebut.

Sebab jika adzab Allah -Azza Wa Jalla- telah diturunkan pada suatu tempat, maka akan menimpa seluruh manusia yang ada di situ. Baik ia sholeh atau ahli maksiat, maupun seorang yang bertauhid ataukah pelaku kesyirikan. Seluruhnya akan tertimpa adzab kemudian akan dibangkitkan kelak pada hari kiamat sesuai dengan niat dan keadaan mereka masing-masing.

📝 *FAEDAH* :

1. Hendaknya menjauhi para pelaku kedzholiman dan peringatan untuk tidak bergabung dengan mereka agar terhindar dari siksaan yang akan menimpa mereka.

2. Barangsiapa yang memilih untuk bergabung dengan suatu kaum dalam perkara maksiat, maka ia berhak untuk mendapatkan dosa dan hukuman.

3. Suatu amalan tergantung atas niat pelakunya. *[Lihat Bahjatun Naadzirin (1/33)]*

✍ *Ustadz Abu Dawud Ilham Al Atsary hafizhahullah.

Sumber: www.madrosahsunnah.or.id

Leave a Reply