Idrus Marham dan Eni Maulani Diperiksa KPK

128
Bagikan via
Idrus Marham/foto INT

Jakarta—Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih diperiksa oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Keduanya akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1.

Idrus dan Eni akan diperiksa  soal pertemuan dan pembicaraan mengenai proyek senilai USD 900 juta itu. Selain Idrus dan Eni, penyidik juga akan memeriksa Direktur Operasional PT PJBI Dwi Hartono sebagai saksi.

Seperti yang dilansir dari merdeka.com, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, bahwa penyidik harus mendalami kegiatan yang dilakukan kedua tersangka diantaranya, pertemuan-pertemuan, pembicaraan tentang proyek PLTU Riau-1 dan mekanisme dan skema kerjasama proyek tersebut.

Bahkan dalam kasus ini KPK baru menetapkan tiga orang tersangka.Selain Idrus dan Eni juga ada Johanes Budisutrino Kotjo pemilik Blackgold Natural Insurance Limited.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juga oleh Johanes jika perusahaannya berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.

Proyek PLTU Riau-I sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

Sejumlah saksi dalam kasus ini telah di periksa oleh KPK diantaranya, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, serta Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa-Bali Investasi Gunawan Y Hariyanto. Kemudian Direktur Utama PT Pembangunan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara dan Direktur Utama PT Samantaka Batubara Rudi Herlambang.

Pemeriksaan terhadap mereka untuk mendalami kongkalikong PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan petinggi PT PLN terkait penunjukan langsung perusahaan Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd menjadi satu konsorsium yang menggarap proyek tersebut.

Apalagi, dari balik jeruji besi, Eni Saragih sempat mengungkap peran Sofyan Basir dan Kotjo sampai PT PJB menguasai 51 persen asset. Nilai asset itu memungkinkan PT PJB menunjuk langsung Blackgold sebagai mitranya.

 

Editor : Andi Amriani

Sumber : merdeka.com

 

Leave a Reply