Ingin Menegur Suami? Ini Caranya…

44
Bagikan via
Internet

Dalam rumah tangga, seorang istri memiliki kemampuan sebagai penyelam ulung. Dia bisa menyelami perasaan dan hati suaminya, sehingga tegurannya dapat memperbesar obor cinta dalam keluarga.

Teguran adalah pisau tajam yang harus diwaspadai dan ekstra hati-hati dalam mempergunakannya. Untuk itu, seni dan kelihaian seorang istri sangat dibutuhkan dalam menegur seseorang apalagi dengan suami.Teguran terkadang berbuah manis namun terkadang berbuah pahit bagi penyelam yang tidak mahir.

Ada istri yang merasa suaminya tidak peduli terhadap rumah, atau terhadap dirinya sebagai istrinya, atau mengabaikan rencana jalan-jalan atau piknik bersama keluarga. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Para pakar mengatakan bahwa penyebabnya adalah istri seringkali menegur dan mengkritik suami dengan keras, yang membuatnya merasa dilecehkan, seharusnya menyampaikan keberatan dilakukan dengan cara persuasif.

Seni Menegur Suami

1.Jauhi mencela pribadinya, tegurlah perilakunya yang salah. Suami tidak ingin jika dia dianggap lemah di hadapan sang istri. Untuk itu, ketika istri menampakkan kesalahan dan mencelanya, maka itu akan membuatnya menjadi orang yang gagal.

2.Sampaikanlah ungkapan dan kalimat secara baik serta santun, hindari penggunaan kata “tidak” dan “jangan” yang berlebihan. Dengan mengkritik atau menyalahkan secara kasar, justru akan menimbulkan efek negatif. Misalnya, ketika suami merasa kesal dan dilecehkan, biasanya dia akan memutuskan untuk berhenti membantu pekerjaan istri di rumah, padahal bantuannya sangat dibutuhkan.

3.Sampaikanlah nasehat dan teguran itu dengan cara yang lemah lembut. Sebab karakter ini merupakan sifat yang dicintai Allah dan disukai oleh manusia. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha lembut dan menyukai kelembutan. Dia memberikan sesuatu pada kelembutan yang tidak diberikan-Nya pada kekerasan atau selainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4.Jangan menyampaikan teguran ketika sedang marah. Sebab dalam keadaan marah, biasanya seseorang akan terdorong untuk terlalu membesar-besarkan permasalahan dan cenderung sentimental.

Penulis: Indrawati

Leave a Reply